Iklan Multipleks Baru

Friday, February 19, 2021

Profesionalisme dan Profesional

 Friday, February 19, 2021

.

.

Benarkah dunia ini profesional? Atau benarkah manusia di dunia ini professional? Rasaku tidak 100% semuanya. 

 

Dalam sebuah tuntutan pekerjaan seseorang dituntut untuk bisa professional agar tampil prima dan jaya di masa akan datang perusahaannya, lembaganya dan tempat kerjanya, selalu mengedepankan masalah lembaga dari pada masalah pribadi. Ok jika itu dinamakan profesinalisme.

 

Pertanyaannya, apakah profesionalisme itu kaku? Akankah dia meninggalkan semuanya tanpa ampun tanpa cerita perdamaian? Apakah ciri profesionalisme itu selalu meninggalkan yang tertinggal di dalam kereta? Atau meninggalkan yang tersesat di terminal? Atau meninggalkan yang tersesat di gerbong? “Apapun itu tidak PENTING, yang terpenting waktu adalah waktu, ketentuan adalah ketentuan.” Dengan sombongnya sang sultan berujar. Akankah semuanya berjalan demikian? Jika iya, oo baruku tahu dunia profesionalisme itu seperti wajah belati, tajam hanya ke satu arah, dan tumpul dari arah yang lainnya.

 

Tajam pada arah lurus dan tumbul pada ujung pangkal satunya. Andai saja semuanya bergerak demikian, semua dibawah yang tajam akan terpotong semua yang berada diatas yang tumpul akan selamat dari potongan. Yang diuntungkan siapa? Yang berada pada tempat yang tepat di awal, tak hiraukan, tak apa-apa, semua akan berjalan lancar, tanpanya atau dengannya hasilnya sama saja, kalau begitu lebih baik tidak kita perdulikan dirinya, toh hasilnya sama.

 

Suatu saat kesaamaan sejarah akan terulang dan meminta kesempatan untuk bersama juga, jika tidak sekarang ada besok, jika tidak besok ada lusa, jika tidak lusa masih ada hari lainnya, bersiaplah untuk kecewa jika profesionalisme kaku seperti kayu tua, diterapkan sebagai efek balasan. Jika tidak bisa diarahkan lagi, siaplah dipatahkan, Aku adalah profesionalisme efek dari cause.

 

“Better warrior in the garden, than gardener in the war” Lebih baik kesatria di taman, dari pada perias taman di medan peperangan. Maka bersiaplah menjadi kestatria.

0 comments :

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi dan berkomentar bijak di situs ini.

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi