Kamis, 11 Februari 2021

Dijiwai

 Thursday, February 11, 2021

 

Aktualisasi puncak pada diri manusia adalah menjiwai segala aktivitas dan visi misi hidupnya. Dengan menyadari semua pergerakan harus dilandasi dengan jiwa yang tulus ikhlas, maka dia akan sadar bahwa sabar dan kerja keras adalah solusi dalam setiap pergerakan. Akan tampak seninya, akan muncul passionnya, akan terbentuk polanya, sampai pada akhirnya akan menjadikannya sosok sedikit berbeda dari yang lainnya, dan perbedaan sedikit itulah yang membuatnya lebih baik.

 

Jika kamu inginkan itu, kamu dambakan ini, suka yang disana, senang dengan yang disini, apa pun itu, gunakan raga, pikiran dan jiwamu untuk menjiwainya. Sebab metamorfosis dari sikap menjiwai itu adalah rasa butuh dan tanggungjawab. Karena butuh kamu dengan penuh tangunggjawab berusaha merealisasikannya. Dan ringannya sebuah tanggungjawab adalah saat kamu menikmatinya dan tahu betul apa yang kamu katakan dan yang akan kamu kerjakan. Selanjutnya perjalanan hidupmu hanya tinggal kegembiraan jika Allah meridhoi dan memberikan pertolongan.

 

Kesalahan adalah bentuk kewajaran, rasanya mungkin ada sedikit sedih, mengenang kekhilafan masa lalu, namun sebaik2 kesalahan adalah yang diikuti dengan keinsyafaan dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali. Jadi maksud dari dijiwai disini adalah bergerak dalam pergerakan apapun, dalam tindakan apapun, tetap harus dibarengi kebulatan tekad, dan keseriusan hati, pikiran, perasaan, dan kesungguhan diri.

 

Kaum negative berkata: “Pekerjaan yang dikerjakan sesuka hati, lamban juga nanti selesai kok.” Sambil tersenyum ku menyahut, “Akan selesai memang pekerjaan bila dikerjakan dengan metode lamban, tapi hasilnya tidak akan memuaskan, sebab lambat biasanya berbatasan dengan deadline, dan akhir masa yang dikejar-kejar biasanya tuntas dengan segala keterbatasan, dan hasilnyapun selesai tapi tidak tuntas. Jika cara ini terus-terusan didawamkan, maka tidak ada yang kamu tinggalkan selain ada cacat dalam setiap usaha dan hasil kerjamu. Dan itu keliru.”

 

Sadarlah bahwa sikapmu, pergerakanmu, cara berfikirmu menentukan siapa kamu kedepannya.

 

Belum terlambat untuk mengucap maaf.

Belum terlambat membuatnya kembali membaik.

 

Dia bukan siapa2 dia adalah pola kerjamu, jika kamu menyanyangi kamu, 

maka sayangi jugalah dia, sebab dia dan kamu adalah satu.

 

0 komentar :

Posting Komentar