Iklan Multipleks Baru

Monday, February 7, 2022

Inilah Hamka Apa Adanya


**

“Saya akan jadi Hamka dari Indonesia”.

[Prof. Dr. Hamka]

**

 

Baru membaca kata pengantar dari Bapak Ahmad Syafii Maarif saja rasanya sudah jatuh cinta pada buku ini, sebuah ulasan singkat bernas, beretorika, bersahut-sahutan dan beriset ala penulis kawakan sangat terpancar dari pengantar ini, sebuah ulasan memperlihatkan bahwa beliau bukan hanya penulis terbaik namun juga pembaca yang baik. Sebab titik poin dalam setiap pesan yang digambarkan dan perbandingan yang diberikan semuanya memberikan daya jual baru, seketika pembaca pemula seperti saya langsung mencintai buku Adicerita Hamka ini, bahkan lebih dari itu, menjadi penasaran untuk memiliki keseluruhan dari buku karya beliau yang telah disebut-sebut sebagai tokoh dalam kajian agama, filafat, sastra, tasawuf, sejarah, fikih, adat, teologi, dan beberapa membahas mengenai politik, dan magnum opus-nya adalah Tafsir Al-Azhar. Yang lengkap lengkap 30 Juz.

 

Buku Biografi Hamka karya James Rush ini memperkenalkan sosoknya yang sangat berpengaruh serta memiliki beragam gagasan yang menunjukkan bagaimana debat public mengenai agama sering membentuk masyarakat nasional di dunia pascakolonial.

 

Buku yang ditulis penuh dengan rincian apik ini juga mengupas tentang pedoman masyarakat, kisah ayah dan anak, Hamka-san dan Bung Haji, Islam untuk Indonesia, perang budaya, orde baru. Yang kesemuaannya disimpulkan dengan tulisannya “Saya akan jadi Hamka dari Indonesia”. Perebutan kekuasaan dan realitas pahit tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia membuat dia menjadi lebih serius dan makin fokus ke satu tujuan. Tujuan itu adalah penyebaran Adi ceritanya, di mana Indonesia, suatu negara modern, bakal bersatu di sekeliling nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam. Dia melakukannya dengan penuh semangat sebagai seorang penulis, imam, tokoh publik yang vocal, dan ketua umum pertama Majelis Ulama Indonesia.

 

Melihat rangkaian ulasan, dan tata bahasa apik dan menarik diatas, saya pribadi bertanya-tanya penasaran ingin tahu siapa sebenarnya James R. Rush ini? 

Setelah mencari tahu, barulah tersadar beliau adalah seorang professor sejarah di Arizona State University. Dia penulis “Opium to Java” dan “The Last Tree: Reclaiming the Environment in Tropical Asia.”

 

Dalam buku ini agaknya akan mengutip beberapa ungkapan dari tokoh-tokoh terkemuka yang bercerita tentang Hamka. Abdurrahaman Wahid yang 37 tahun lebih muda secara usia dari beliau berkomentar bahwa sosok Hamka adalah sosok ulama tingkat nasional. Bahkan ia menyimpulkan sosoknya adalah dapat membangun sebuah bagunan mental luar biasa. “orientasi satu generasi telah dibentuk oleh satu orang saja.“ Begitu ungkapnya. Tertulis di halaman 253.

 

Dawam Raharjo, seorang neomodernis berpengaruh menganggap Hamka berjasa mengubah arah Islam Indonesia dari legalisme ke arah moralitas, karakter, dan spiritualitas, serta merehabilitasi tasawuf sebagai bagian pembaruan agama Indonesia. Prestasi terbesar Hamka, katanya adalah membuat Islam berada di rumah sendiri di Indonesia, memperibumikannya sehingga Islam “menjadi agama yang mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat Indonesia.”

 

Sebagai bukti pedoman masyarakat, Hamka menanamkan nilai-nilai luhur pada masyarakat ketika itu dengan beberapa nilai yang ia tanamkan, seperti menyadarkan kepada masyarakat bahwa Nabi Muhammad saw mengajarkan bahwa kebahagiaan sempurna berasal dari kesempurnaan akal.  Dalam segala segi kehidupan, penggunaan akal memang mengarah ke hal-hal yang lebih baik. “Bertambah luas akal, bertambah luaslah hidup, bertambah datanglah bahagia.” Satu alasan mengapa akal yang sehat mengarah ke kebahagiaan adalah karena seseorang yang berakal dan berpikir secara alami akan mendekat ke pada Allah, melihat keindahan dan kerumitan ciptaan Allah, dan akan tunduk kepada kehendak Allah. Dengan demikian, iman akan menjauhkan manusia berakal dari perbuatan jahat seperti zalim, khianat, rakus, dan dusta, lalu mendekatkan ke perbuatan baik. Bahkan dalam urusan iman dan amal, mereka yang lebih berakal akan lebih cemerlang.

 

Ada banyak lagi pedoman-pedoman hidup yang ditanamkan Hamka di dalam masyarakat yang dapat menjadi tuntunan kita, terkhusus bagi kita yang juga sedang menjalani hidup di bumi Indonesia, ataupun di mana saja, selama kita masih bangsa Indonesia, bahkan lebih luasnya lagi, boleh dibaca untuk semua manusia, lintas daerah lintas negara, sebab kita semua terhimpun dalam satu kata. Ukhuwah Islamiyah. Tali persaudaraan keimanan yang tidak terputus sampai kapanpun di mata Allah swt.

 

Demikian ulasan singkat buku yang berkualitas ini, hanya saja menurut saya gaya penulisan dengan meletakkan footnote berada di lembar lampiran di akhir buku ini, membuat pembaca membolak-balik rujukan buku ini, sehingga jika penasaran ingin melihat buku rujukannya, pembaca di waktu yang sama, diharuskan ikhlas meniggalkan bacaannya sejenak dan melihatnya dilembaran belakang, menurut saya harus kerja dua kali, meskipun jika ditulis ke bawah akan terlihat seperti catatan ilmiah yang lebih banyak footnenya dari isinya dalam setiap hampir halaman, namun terlepas dari itu semua, buku ini adalah buku yang kuat secara referensi, dan tajam secara analisis.

 

Jika penasaran mengenai Buya Hamka, mencoba mengenal beliau dari orang yang mengenalnya, dengan gaya penuturan deskriptif, buku ini adalah saran terbaik yang mesti dibaca dan dinikmati isinya, semoga terinspirasi, semoga mendapatkan pelajaran. Selamat membaca.

0 comments :

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi dan berkomentar bijak di situs ini.

Subscribe Us

Dalam Feed


*PENGALAMAN NYANTRI: Menikmati Setiap Detik Proses Kelak Menjadi Pengalaman Beresensi