Berbincang Ringan Dengan Sahabat
Kamu pernah berada di posisi kosong? Posisi di mana pergi tidak menyelesaikan masalah, bertahan juga tidak jadi opsi pilihan yang bijak? Pernah di posisi berjalan mengikuti arus? Pernah di posisi menjadi diri sendiri tapi bingung harus bersikap? Jika semua itu pernah dirasakan, maka posisimu dan posisiku sama, kita berada di titik yang sama, untuk itu Aku buat tulisan ini sebagai solusi kita Bersama.
Pada satu titik manusia merasa hidup hanya menjalani rutinitas demi rutinitas, menunaikan kewajiban demi kewajiban, tapi nilai dan ruh dari yang dikerjakan hilang entah di mana. Saat itu terjadi bukan ada yang salah terhadap diri tapi hanya diri butuh ruang untuk berinteraksi dengan manusia yang lain.
Cobalah duduk dengan orang yang kamu rasa bisa menghadirkan topik pembicaraan baru diluar dari aktivitas harianmu, cari teman ngobrol dengan bahan diskusi tentang perkembangan dan arah tujuan temanmu, atau titik topik kesamaan antara kalian berdua, akan bertemu hal yang berbeda di sana. Sekali lagi, cobalah!
Seketika diri yang semakin jauh, seakan sadar kembali dari lamunan, dan langsung memastikan diri masih on the track; langsung tersadar dari lamunan bahwa selama ini perjalanan hidup yang nyata ini, dilalui dengan mata batin yang tertutup.
Pagi ini, perbincangan tidak lama, hanya kurang lebih 40 menit. Mengobrol dengan sahabat terkait tentang kecintaan dalam dunia literasi. Kembali lagi terperanjak aku dari maqom dudukku, seketika gambol akal terbuka, baru tersadar dari lapisan bumi yang berlapis ini, masih banyak hamba Tuhan yang mencari-cari hujan ilmu pengetahuan. Sampai pada akhirnya kusimpulkan “jika tempat berdiri saat ini gersang, rumah dan kampung belum turun hujan, bahkan dilanda kebakaran dan penghangusan ideologi dan pergerakan maka carilah tempat yang mendung, kali saja hujan turun di sana; tampung airnya, bawa pulang sebagai air kehidupan.”
Jika kesukaanmu adalah literasi, cari tempat di mana literasi itu dihormati dan diagungkan, karena di sana kamu temukan Tuhan dalam ilmu pengetahuan. Jika kesukaanmu adalah berkarya, cari tempat-tempat manusia kreatif berkumpul dan berproses, karena di sana kamu lihat tangan-tangan Tuhan membantu karya-karya mereka. Jika kesukaanmu adalah membantu orang lain menemukan diri dan talentanya, carilah tempat di mana skills diberi harga setimpal, karena di sana akan kamu nikmati rizki dan intuisi Tuhan seperti air mengalir, melewati para sufi yang merindukan kekasih-NYA, para maestro yang menghidupi karyanya, hingga akhirnya kamu mulai berpikir apakah kamu yang salah tempat, atau pola pikirmu yang belum bertempat? Pelan-pelan saja, jangan terlalu kejam terhadap dirimu sendiri.
Perbincangan kali ini sungguh luar biasa, kembali ke pertanyaan-pertanyaan pada paragraph pertama tadi, jika kamu berada di fase sedang tidak baik-baik saja, pastikan ada sahabat yang menemanimu, walau sekedar untuk mengobrol, sebab obrolan itu bisa membuka wawasanmu yang sempat dianggap ilusi, perbincangan ringanmu bisa membangunkan kembali ide-idemu yang telah tidur lama atau bahkan telah mati suri, atau telah benar-benar mati tapi belum dikubur saja? Kamu lah yang tahu itu.
Berhentilah sejenak, tanggalkan aktifitas dan tugas keduniaanmu, sejenak bertemanlah, bersahabatlah dengan makhluk Tuhan yang suci yang digelari khalifah ini. Dengan cara Tuhan, dengan tangan Tuhan, semua akan menjadi lebih baik. Percayalah kamu cuma butuh jeda. Sekali kali kamu cuma butuh JEDA. Tersenyumlah sahabat,… J

0 comments :
Post a Comment
Terima kasih telah mengunjungi dan berkomentar bijak di situs ini.