1 Dekade 1809

10 Tahun setelah alumni banyak yang berubah; tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

Rihlah Islamiyah RH 2 ke Barus

Satu-satunya Alat Penghubung Terbaik Antar Manusia adalah KOMUNIKASI YANG BAIK.

Menulislah dengan Sepenuh Jiwa dan Ragamu!

Menulis adalah aktifitas keseimbangan. Sebab ia menyatukan antara bacaan, akal, dan pemahaman.

Deburan Ombak Senja

Irama tidak mesti bersumber dari alat musik. Melodi juga tidak selalu dari getaran jari yang lihai. Keduanya berasal dari Alam. Itulah musik hakiki kehidupan.

Thawalib Padang Panjang

Rindu ini serasa bersambut, ketika pelukan sejuk Padang Panjang menyapaku disini. Tempat guru-guruku menuntut ilmu, tempat para pecinta ilmu mengkaji islam untuk lebih mengenal Allah dan Kekasih-Nya.

Jazakumullah Khoir Ustadzi

Gontor Kampungku, Unida Lahan Penggodokanku, jika tidak karena mereka aku bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa.

Kota Perantau

Bukit Tinggi - Jam Gadang Kota Penuh Sejarah. Tokohnyakah itu! Perantaunyakah itu! Kebahagiaannyakah itu! dan/ataupun Keikhlasannyakah itu!

Kamis, 25 Oktober 2012

Sekolah Menulis (Part 1)

Sekolah Menulis
 Bersama: “Mr. Ma’mun Affany”



       Selasa malam, 09 Oktober 2012 adalah menjadi awal pembukaan kursus sekolah menulis bersama Mr. Ma’mun Affany. Bertempat di perpustakaan CIOS awal calon peserta penulis berkumpul, dan akhirnya berkumpul kembali di tempat yang sama untuk tatap muka perdana. Dalam kesempatan kali ini peserta yang hadir berjumlah 17 orang, terdiri dari 15 orang peserta semester 1 dan 2 orang peserta semester 5. Perkumpulan tersebut berlangsung sejak pukul 20.00WIB hingga 21.00WIB tepat. “Dalam pertemuan/ pemberian materi saya usahakan tidak menyita banyak waktu. Karena sebenarnya yang di perlukan adalah latihan yang lebih banyak dan terus-menerus."  Tutur Mr. Ma’mun Affany selaku pelatih kepenulisan.

        “Bebaskan pikiran dan imajinasi kalian, jika melihat suatu benda, coba bertikir dua kali lipat dari orang biasa"  maksud yang kami tangkap dari apa yang beliau sampaikan adalah gambaran bagaimana suatu objek benda tidak langsung dikatakan bentuk aslinya. Akan tetapi lebih kepada ciri-ciri benda tersebut, bertujuan agar orang dapat mengetahui dengan detail akan benda yang di gambarkan. Satu contoh, ketika melihat nenek-nenek apa yang tergambar di benak kalian?"  Tanya beliau kepada para peserta. Dari sekian jawaban ada yang menjawab, rambutnya putih beruban, jalannya bungkuk, pandangan matanya sayu, kulitnya keriput, giginya ompong, tongkatnya menyanggah tubuh.

        Dari sekian ciri-ciri si nenek beliau menggambarkan point-point penting tersebut ke dalam sebuah kalimat aktif yang kira-kira begini: Sejenak aku tertegun ketika melihat seorang nenek berjalan melintasi jalanan, tubuhnya bungkuk, meski tongkatnya kokoh tapi tidak bisa membantunya untuk berdiri tegak seperti dulu, ditambah kulit keriput dan uban yang telah memdominasi menjadikan beliau tampak lebih tua dari perkiraanku sebelumnya." [1] Begitulah kira-kira kursus awal yang di berikan dari pada beliau. Selanjutnya peserta di suruh aktif untuk menuliskan tulisan bebas yang corak awalnya sama dengan yang  telah di sampaikan, tidak usah memakai seluruh panca indra dulu; tidak mesti harus menjelaskan bagaimana suasana yang ia rasakan, dengarkan, atau ia tangkap dari panca indranya yang laen. Jadi sebagai langkah dasar hanya cukup dengan mencoba menulis berdasarkan apa yang di dapat ketika melihat suatu objek.

       Dalam waktu 20 menit, proses latihan perdanapun usai di kerjakan. Mulai dari peserta menuliskan latihan seperti di contohkan sebelumnya, mengumpulkannya dan kemudian di koreksi  beliau. Dari setiap kertas tertulis beragam catatan khusus, salah satu catatan yang paling familiar adalah:"Kurang Fokus!! Pilih satu objek dulu.”  Hal terpenting dari latihan itu kata beliau, “Mencoba terus jangan takut salah. Pertemuan selanjutnya akan kita adakan, jika tulisan kalian untuk sesi pertama ini sudah mencapai batas yang bisa di bilang cukup. Dan hasil nilainya itu akan kalian lihat setiap setelah isya’setelah  setiap paginya kalian mengumpulkan tulisan di tempat yang telah di sediakan secara berkala dan tepat waktu. Latihan akan terus berlanjut hingga nilai perindividunya mendapatkan 9.

Sebelum akhir dari pada pertemuan. Beliau mengevaluasi bahwa:

       “Dari hasil latihan perdana tadi, perlu di ketahui bahwa membedakan bentuk fisik, sifat dan sikap dari satu objek itu perlu, berimajinasilah yang sebanyak-banyaknya, luas tanpa batas karena imajinasi adalah satu modal utama menjadikan tulisan kalian memiliki rasa dan isi sehingga dapat menarik pembaca, karena jika tidak tulisan terasa hambar.”

      “Dalam menggambarkan suasana/objek jangan berpindah ke objek yang lain sebelum hal itu benar-benar tergambar dengan detail dan jelas”
  
       “Pertanyaannya mengapa terkadang orang menulis itu tidak focus? Dan kekurangan bahan?"
(sejenak tampak suasana berfikir para peserta untuk menjawab soal beliau, tapi pada akhirnya beliau sendirilah yang menjawab pertanyaannya tadi) karena hasil imajinasi kita yang sedikit dan proses kepekaan untuk menangkap beragam macam hal di luar dari pada pikiran orang biasa;  itu yang masih minim."

Akhir kata sebagai penutup beliau berpesan:

       “Kalau ada orang lain mengajarkan fiksi dengan cara yang berbeda dari cara ini. Saya katakan  bahwa yang demikian itu juga benar. Sebab, setiap orang memiliki metode masing-masing dalam proses kepenulisannya.”

       Demikian yang bisa kami tulis dalam perjumpaan perdana kali ini. Adapun catatan kedua akan menyusul pada perjumpaan selanjutnya.








[1] Di karenakan tidak sempat menulis kalimat yang langsung dirangkai beliau. Jadi kami mencoba merangkai ulang point-point tersebut semirip tulisan beliau semampu yang kami ingat. Semoga tidak menghilangkan esensi dari pada tujuan kepenulisannya.

Farewell Party (obsession on stage) angkatan 2012 (Part 2)



 Pagi di wisuda, malamnya tasyakkuran. Bukan hal yang asing akan tetapi itulah tradisi yang harus tetap di jaga oleh setiap alumni pondok dimanapun pondok tersebut berada, tidak terkecuali dengan kampus ISID yang insya Allah kedepannya dapat berubah nama menjadi Darussalam University. Aamiin….        

     Pada kesempatan emas tersebut sedikit petikan kata yang bisa kami tangkap dari ust. Amal Fathullah dan Ust. Hamid Fahmi yang kami usahakan menuliskannya kembali dalam rangkuman kata-perkata hingga menjadi seperti ini:


       “Kami benar-benar sangat bangga dan bahagia melihat anak-anak kami sekalian. Semakin hari wisudawan/wati semakin bertambah, tidak sekedar kuantitas akan tetapi kualitas itu yang lebih utama, dan mohon do’akan agar kami dapat merealisasikan ISID menuju Darussalam University dalam waktu dekat ini. Terakhir,……. Benar-benar kami harapkan agar anak-anak kami dapat sungguh-sungguh dan mampu memanfaatkan ilmunya di masyarakat nanti dengan baik.” Ust. Dr. Amal Fathullah Zarkasy (PUREK IV)

Sambutan dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M.A, M.Phil
       Selain itu Ust. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A, M.Phil (Purek III) juga menambahkan sambutan dengan menyampaikan  beberapa pesan-pesan penting beliau:

       “Prodi kita tidak boleh bernama pemikiran, jadinya bernama ilmu aqidah, dan di dalam ilmu aqidah pasti selalu ada pemikiran, maka dari prodi aqidah ini lah yang kelak menjadi embrio yang akan mengislamisasikan ilmu pengetahuan di semua prodi yang akan kita bina nantinya.”

       “Selain mengajarkan bagaimana cara menulis dan berdiskusi. Di ISID kita juga mengajarkan bagaimana agar tidak hanya  berfikir baik, tapi juga berfikir yang benar. Tidak sekedar menulis, tapi bagaimana menulis yang berkualitas. Tidak hanya berbicara yang sopan tapi juga berbicara yang memiliki tujuan.”

       “Dan satu lagi, di sini kita mengharapkan Anda semua bersemangat untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Banyak undangan yang telah terkirim untuk kita, diantaranya adalah USIM, UNISDA Brunnai, dan masih banyak kampus2 yang lainnya. Anda yang bisa mendapatkan toefel 550, maka brunai akan memberikan beasiswa yang sangat besar buat anda, sebesar 5 juta perbulannya. Bagi brunai jumlah nominal yang demikian amat sangat kecil.”

      “Dimanapun Anda berada,  kami berharap kalian mengatahui kedatangan kami, kami bukan ingin di hormati, bukan. Tapi yang kami inginkan; kami ingin mengetahui tempat Anda, dan apa yang Anda lakukan di sana. Agar kami tahu alumni kami telah tersebar dimana saja dan yang terpenting dari ini semua. ‘silaturrahmi’ itu yang kami inginkan."


       “Kita betul-betul membuat program yang serius selama 24 jam dan akan menghasilkan orang-orang yang betul-betul tangguh dalam memperjuangkan islam dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan bahasa.”

       Berikutlah wejangan kata beliau, tidak sebagai kata sepintas lalu tapi lebih kepada apa dan kepada siapa kata-kata yang beliau berikan dan do’akan.

Acara wisuda usai. Usailah ukiran satu sejarah baru. Sebuah Institut yang berhasil mencetak sekian  ratus alumni strata 1 nya dan sekian belas alumni pasca sarjananya.
Persembahan dari sesepuh Tim Ilustrasi ISID

Wisudawan Siman Koor lagu Mars ISID Siman
       Selamat kami ucapkan kepada kakak-kakak wisudawan tahun ini semoga semangat antum dan juga keberhasilan antum saat ini dapat berevolusi menjadi beribu keberhasilan lainnya yang lebih besar dan lebih mencusuar gaungnya lagi…. Amiin.

Rabu, 10 Oktober 2012

Kakak-kakak kami Wisudawan/wati 2012 (part 1)



Wisudawan ISID 2012
       Lama waktu terus melaju, berjalan cepat mengitari seantero perkumpulan, bukan menjemukan ataupun melelahkan tapi benar-benar mengasyikkan dan meggembirakan. bayangan-bayangan diri berdiri seperti merekapun mulai terbayang, semangat wisuda juga terus terangan- agan yang insya Allah tidak jadi sekedar angan tapi juga menjadi kenyataan yang di sepakati dengan segenap kekuatan akal, pikiran dan badan dengan satu kunci utama; “keistiqomahan dan keyakinan."

       Tidak muluk-muluk kami berharap sebagai adikmu, kami hanya ingin bisa mengikuti jejak langkahmu kakak, jujur tanpa ada yang kami sembunyikan. Kami benar-benar bangga padamu, kami benar-benar sangat salut dengan perjuanganmu, tanpa antum-antum sekalian. Kami tidak akan bisa benar-benar berdiri tegak menatap masa depan seperti sekarang ini pastinya.

Senam Peserta Opspek 2010
       Terbayang hari-harimu dahulu, dulu……. ketika kami pertama sekali menginjakkan kaki di bumi ISID tercinta, antumlah yang mengingatkan kami tentang arti sebuah perjuangan, manfaat serta rahasia yang harus kita rauk dan gali lebih dalam lagi dari kampus pondok asrama yang kita tempatin sekarang ini.
Dari antum-antum juga kami mengenal booking card, sebuah relaksasi gerak yang kami tunjukkan dalam lari kencang tiada henti, yang terkadang keluh-kesah selalu mengiringi derap langkah kaki kami, dengan susah payah kami maksimalkan tenaga untuk menuju tempat yang kau tentukan; tidak lain adalah sebagai mediasi agar kami benar-benar bergerak dan berlari menuju satu tujuan utama bukan sekedar berjalan apalagi mengesot tanpa tenang. Maka kali ini dengan ikrar semangat yang terlancur menguasai diri, bersiap untuk menyuarakan satu teriakan keras bersama “kami akan menyusul kalian kakak, lihatlah kami 2 tahun lagi."

       kami juga akan berlari bahkan melaju lebih kencang lagi untuk mengukir sebuah asa yang telah tergambarkan ‘fi azhaaninaa wa afkaarinaa’ dengan harapan yang terus terpatri, kami juga akan menunjukkan kepadamu kisah kejayaan dan keberhasilan kami. Jika sekarang kami memajang foto antum. Do’akan kami agar foto-foto itu berganti dengan foto-foto kami diangkatan kami 2014 kelak, Aamiin.

Calon Wisudawan 2014 Insya Allah,...... AMIIIIN.........

       “Tahan sayyid….., Gak paham-paham,” sebuah yel-yel yang tak kan terlupakan darimu untuk kami yang masih kami ingat jelas kata-perkatanya, dan kini kami lanjutkan estafetmu dengan sedikit merubah redaksi “BONGKAR SAYYID”  dan semoga yel-yel ini dapat terus dilanjutkan ke generasi penerus kita sayyid….. Amiin..