Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI SANTRI

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

CATATAN PINGGIR

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Saturday, June 29, 2019

Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik


Disusun untuk memenuhi tugas pada materi Komunikasi Dakwah
yang diampu oleh As-Sayyid Ust. H Ahmad Suharto, S.Ag

(Oleh: Irwan Haryono S (31.2.2.8353)
Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam [ISID] Siman. Fakultas: Ushuluddin. Prodi: Aqidah Filsafat / 4



بســـم اللــه الرحمـــن االرحيـــــم
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه 
وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد 
     
      Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini, saya ingin meyampaikan tentang apa yang saya ketahui bertujuan saling berbagi bersama dan semoga menjadi berkah adanya.

       Adapun materi dakwah yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah: “Perbaikilah Ibadah Maka Jalan Kehidupan Akan Membaik” suatu bukti nyata kehidupan yang saya dapatkan ketika ingin menuliskan hal ini, suatu ketika pernah saya mengalami kehidupan galau sepanjang hari dan bahkan kegalauan ini bertahan berhari-hari sampai terkumpul menjadi seminggu, beriringan dengan kegalauan ini ada sebuah sms pendek masuk ke inbox HP saya, bunyinya demikian: “ketika Anda merasa benar-benar jauh dari amalan hati, sehingga menghitamkan hati dan juga melalaikan diri Anda. Maka lakukanlah 4 hal; yang pertama, perbanyaklah dzikir, yang kedua shalatlah anda tepat pada waktunya, ketiga memintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda dan yang terakhir kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah ditengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam” satu sms yang sangat indah menurutku, sangat sesuai  dengan situasi diri yang memang sedang benar-benar membutuhkannya.

      Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas tentang sms diatas dalam pandangan Islam yang saya tahu,

      Pertama: Perbanyaklah Berdzikir.

      Selaku seorang hamba maka sudah sepantasnya dan seharusnya berdzikir menjadi sebuah amalan yang benar-benar harus kita hadiahkan kepada sang pemilik Arsy al’Aziim Allah SWT, dalam berdzikir kita menghadirkan suasana hening yang benar-benar mendukung kita untuk dapat bermuhasabah tentang kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu. Sambil bermuhasabah kita terus mengucapkan “Kalimah Tayyibah" karena dengan berdzikir ini jugalah hati kita bisa menjadi tenang  dan tentram.

(الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) (الرعد:28)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka mejadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Surah: Ar-Ra’d[13]: 28)

      Kedua: Shalatlah Anda tepat pada waktunya

      Dalam pengklasifikasian waktu, sebenarnya umat muslim amat sangat dimudahkan dengan adanya shalat 5 waktu yang bermula pada waktunya masing-masing. Dalam hal kesehatan juga sering diungkapkan dalam beberapa workshop dan seminar-seminar bahwa; jika kita shalat pada waktunya dapat memperlancar sirkulasi metabolisme tubuh, sehingga menghadirkan rasa fresh pada  jasmani dan rohani kita, dan jika kita telisik ulang shalat ini sudah semestinya menjadi hal pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan siapapun dan dengan apapun sebab ini sudah menjadi harga mati yang tidak bisa di nego lagi. Shalat itu adalah tiang agama, mengokohkan iman dan menjebatani rahmat dari Allah SWT sebab shalat juga “Tanha ‘anil fahsya i walmunkar” menjaga dari perbutan keji dan mungkiar. Dalam hal ini saya pernah membaca sebuah catatan dari blog ini : http://fiesh.blogspot.com/2010/08/hikmah-sholat-tepat-waktu.html yang didalamnya menceritakan tentang sebuah kisah nyata, serta lebih mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita meletakkan dan memposisikan shalat itu seharusnya. Berikut kisahnya:


Jumat lalu, ketika saya menghadiri jumatan di masjid kampus UGM, ada sebuah cerita simple tapi nyata yang sedikit menarik untuk diceritakan kembali. ceritanya begini:
Pada suatu masa ada seorang sarjana yang sudah dua tahun mencari kerja. karena tidak dapat kerja akhirnya dia menemui seorang ustadz. Dia meminta bantuan ustadz tersebut agar cepat dapat kerja.  Sang ustadz lalu bertanya, bukan lulusan universitas mana, atau jurusan mana dia kuliah dahulu, tapi sang ustadz bertanya  "Bagaimanakah shalatmu?". Jujur saja sang sarjana berkata bahwa ia shalat hanya sekedarnya saja, belum bagus-bagus amat.  lalu sang ustadz meminta waktu sejenak.  Setelah itu sang ustadz keluar dari kamarnya dengan membawa sepucuk surat.  Beliau berkata kepada sarjana tersebut "Perbaikilah shalatmu, lalu jangan buka surat  ini sebelum kamu sampai di rumah ".

Dengan tergesa-gesa sarjana ini langsung menuju rumahnya dan membuka surat tersebut dan membaca isinya. Surat tersebut berisi:

“Hai sarjana, perbaikilah shalatmu. Shalatlah di awal waktu, dan jangan melakukannya kecuali engkau lakukan di masjid, lalu jangan engkau lakukan di masjid kecuali dengan berjamaah, dan jangan engkau lakukan kecuali engkau mendapat takbiratul ihram pertama, kemudian jangan melakukan rangkaian tersebut kecuali engkau awali dan akhiri dengan shalat sunnah. kemudian lakukan rangkaian ini selama tujuh hari kemudian temui saya.

Nb: Jika Anda sudah membaca surat ini tetapi tidak melakukannya maka akan saya sumpahi anda melarat seumur hidup!”

Karena takut akan sumpah sang ustadz, maka sarjana ini langsung melakukan saran yang ditulis di dalam surat tersebut. namun baru dua hari sarjana ini sudah kembali menemui sang ustadz.  Sang ustadz merasa terheran-heran bukankah saya suruh tujuh hari baru kembali? Batinnya. Kemudian sang ustadz bertanya "kenapa engkau sudah kembali?" Sang sarjana menjawab sambil menangis "Ternyata Allah baik sekali wahai ustadz, saya baru melakukannya dua hari, Allah telah memberi saya pekerjaan" 

Demikianlah kisah yang saya dapat dari khatib jumat lalu, ini merupakan pelajaran yang sangat baik bagi kaum muslimin untuk kembali menertibkan shalatnya.  dan juga ini merupakan kisah yang inspiratif bagi para pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan.  cobalah saran kisah di atas, dan rasakan manfaatnya

      Ketiga: Mintalah kepada Allah untuk di bukakan hati Anda.

    Siapa yang tahu hati orang? Siapa yang bisa membaca hati orang  jika si pemilik hati tidak mengungkapkan hatinya sendiri pada orang lain. Dalam sebuah lirik lagu yang sangat familiar berbunyi seperti ini; “pagi beriman siang lupa lagi, sore beriman malam amnesia” menggambarkan sebuah hati yang selalu susah ditebak, bahasa yang sering di gunakan adalah mengatakan bahwa “al-Imanu yazdad wa yangkus” iman selalu bertambah dan berkurang. Inginnya apa dan bagaimana nantinya, tiada yang tahu.

        Maka dalam misteri hati yang selalu terbolak balik tersebut amat sangat dibutuhkan kekonsistenan kita untuk selalu berdo’a dan meminta kepada Allah agar selalu di rahmatin dengan Hidayah-Nya, dan di tolong dengan i’nayah-Nya. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

      keempat: kalau memang belum juga terkabul maka bangunlah di tengah malam ketika sebagian besar orang-orang tertidur dalam waktu sepertiga malam.

      Do’a yang dipanjatkan pada waktu malam, Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Sebab waktu tersebut merupakan waktu yang istimewa. Waktu sepertiga malam  merupakan waktu di mana kondisi hati manusia pada posisi tenang, bersih dan suci serta terhindar dari pikiran kotor yang berhubungan dengan urusan keduniaan. Oleh karena itu waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk bermunajat kepada Allah. Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

       Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kami Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi akan turun pada tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman: barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya Aku kabulkan padanya dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka ia akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari).

# الحمد لله رب العالمين #

Saturday, June 22, 2019

The Next Karate Kid


It’s was very Wonderfull can watch the best movie in 1994, they are two person so special teaching me about great thing to know life and to deal with life in my future day. Mr. Miyagi and his kid Julie Pierce.

I watch this around 1:43:58 hours, but I have got more knowledge and everything more than just movie. 

The are a lot of thing I can learn, such as advises me to become strong, great, and patient in every problem I have meet.

  • Sometimes when we in cage so long; all world seems like very big place, you strong…. You strong… you are really strong, I know who you really you are …. 
  • Ambition without knowledge its like a boat on dry land
  • You know what? I should ask you for answer, I personally don’t want to understand…
  • Answer only important, when you ask the great question
  • You are good, when you can respect your self and you can respect the others 
  • Not stupid to respect all living things
  • I tried its thousands times
  • You know you are good it’s more important 
  • If master small thing, anything become possible
  • Fighting not good, but if must fight, win 
I should remember it  along my life, because that the reason why I life till today,  to become me my self, not other and not force me to become something or other thing or someone else. 

Me…, I am special with all of what in my self right now.


Sunday, June 9, 2019

Misykat Menghilangkan kesabaranku.

“Ketika aku membaca Dualisme, rasanya sampai disini hilang kesabaranku untuk bersabar memiliki buku ini”


     Awalnya aku membaca buku misykat ini dengan meminjam dari perpustakaan Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), setiap ada kata-kata yang penting, aku selalu menuliskannya kembali ke dalam buku catatan yang telah ku sediakan. Setiap kali ada kalimat yang mengusik daya nalarku langsung ku tulis tanpa menunggu jeda untuk membaca kalimat sesudahnya, keseriusanku serasa terjun bak air terjun yang melompat bebas menyelusup pada titik poros air yang berpusara.

      Terkadang ingin rasanya jari ini mencoret atau sekedar menggarisinya dengan pensil. Tapi selalu saja ku urungkan. Dengan sangat terpaksa kembali aku bersabar sambil tetap  menulis kata-kata yang kuanggap penting. Semakin lama aku bersabar, rasanya andrenalin di otakkupun semakin kuat menyusun suatu ikatan yang terus bercabang, menyuarakan dan terus berkampanye pada ruang bawah sadarku. Sampai kapankah kau harus tetap seperti ini? Membaca sambil terganggu, (terpaksa berhenti di tengah-tengah kenyamanan membaca), padahal  arus baca militan ini sangat jarang kaudapatkan? (Suara tanya itupun semakin kuat, kuat dan kuat melengking di gendang telingaku.)

      “Untuk kali ini TIDAAAAAAAAAAAAk”, jarit logikaku bebas dari kungkungan. Teriakan animo baca yang meledak-meletup akhirnya berhasil menaklukkan sang kesabaran dari prinsipnya, terpaksa mengalah setelah melihat kesungguhan yang menggebu-gebu dari sang semangat. Pendek kata, sang-kesabaranpun memberi kesempatan kepada hasrat untuk membeli buku ini, itupun setelah sekian lama mampu bertahan dalam kesabaran. :)

      Sebuah buku segar berjudul Misykat yang di tulis oleh: As-Sayyid Dr. Hamid Fahmy Zarkayi M.A, M.Phil.  berisi tentang pengantar terhadap beberapa pemikiran yang sedang gencar-gencarnya merebak saat ini, sekaligus beberapa kritikannya. Dalam louncing pertama di Hall Gedung Robithah Gontor 1, beliau sempat bertutur: "Do'akan semoga buku Misykat yang kedua segera menyusul dimana nanti kita tidak akan berbicara tentang kritik-mengkritiki, akan tetapi lebih kepada solusi." 

sekilas menulis kembali beberapa testimoni yang tertulis di 'cover'  buku misykat ini: 

      "Spektakuler! Kolom Misykat Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi di Jurnal Islamia Republika selama 3 tahun (2009-2012) menjadi kolom yang paling banyak di baca orang. Berciri khas: lugas, cerdas dan bernas. Buku kumpulan Misykat ini membuktikan, Dr. Hamid saat ini merupakan salah satu dari sederet kolumnis terbaik di Indonesia. Selamat membaca!"(testimoni dari Dr. Adian Husaini, selaku Ketua Program Studi Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldung. Bogor)

      Selain itu, Dr. Syamsuddin Arif (Dosen International Islamic University Malaysia) juga berkomentar : "Paduan dari nalar yang tajam dengan ketulusan hati dan tutur yang jernih telah membuat buku ini bernas dan 'gurih'. Bon Lecture!"
                                                                                                 
 ISID Siman, 24/02/2012
                                                                                                                          10.20 WIB

Sunday, March 10, 2019

Gadis 12 Rakaat; Agama Selalu Ada di Atas Cinta


Gadis 12 Rakaat; Agama Selalu Ada di Atas Cinta
(Sebab rasa, hati dan perasaan itu sendiri milik sang mahakuasa)

            Assalamu’alaikum wr. Wb..
     
 Salam sebagai pembuka awal komentar terhadap karya berharga seorang Ma’mun tercinta... (Alahai, belom apa-apa udah lebai), untuk kali keberkian kalinya aku berhasil menuntaskan novel terbaru sang novelis muda ini... “Gadis 12 Rakaat” tuntas sak komentar-komentarnya. Hehehehe... .

      Awalnya ku coba baca epilog di kulit belakang novel, tertulis “Cinta berbeda agama adalah sebuah pilihan rumit. Satu sisi ingin bersatu, di sisi lain agama tak merestui. Fashihah dan Bagus terjebak dalam dilema itu.” Merasa kurang mendapatkan informasi, ku lanjutkan bacaanku ke kata pengantar, ku amati daftar isi, hingga fokus mata ini terhenti pada judul ke-22 yang tertulis “Gadis 12 Raka’at”, spontan membuat bola mataku membulat besar, ingin rasanya segera membaca judul ini, tapi kuurungkan niatku agar hikmat perjalanan bacaku. Tersimpan penasaran kecil mengapa sub judul ini menjadi judul novel, apa hebatnya judul ini! Sekilas hati kecilku bertanya.

      Novel ini menceritakan 2 pemeran inti yang sudah kita ketahui bersama, Bagus dan Fashihah. Dua sosok yang sama-sama memiliki kisah sedih, sama-sama memiliki kelebihan di atas rata-rata orang awam pada umumnya dan juga sama-sama terlahir menjadi pemeluk agama yang benar-benar taat, sayangnya satu perbedaan yang membuat mereka terpisah jauh, mereka berbeda keyakinan.

      Bagus Pradana, sosok pemeran pertama, lahir di Manado, tanpa tahu siapa ayah dan ibunya. Hidup sebatangkara sebagai gelandangan yang kehilangan orang tua, lalu dipungut gereja karena di anggap memiliki talenta, di besarkan hingga akhirnya terpilih menjadi sosok yang sering berdo’a, dan membacakan puji-pujian suci kepada Tuhan di gereja dengan suara merdunya.

       Pemeran inti kedua, Aisy Fashihah Ilma, nama yang cukup indah, seindah parasnya. Fashihah adalah pujaan di Pondok Pesantren Sabilul Huda, memiliki suara syahdu dalam mengaji, belum ada yang dapat mengalahkannya dalam MTQ cabang Qira’atul Qur’an, cara berbicaranya santun, menjadi juara pesantren, certas, cantik dan terlahir dari keluarga terpandang dan kaya raya, khusus urusan kepribadian Fashihah mendalami makna keanggunan dan kebaikan dengan filosofi yang dalam. Sungguh sangat luar biasa hawa yang tergambar menjadi pemeran utama di novel ini.
***
       Novel pink ini agak berbeda dengan novel bang ma’mun sebelumnya, dahulu halamannya sampai 400-san dan khusus yang terbaru ini hanya 272 halaman, itupun sudah dengan galeri novel beliau beserta testimoni pembaca setia karyanya. Kalau dulu tebal minta ampun, sekarang tipisnya bukan main,  di ramu lebih minimalis, heheh.. Udah macem dekorasi rumah aja.
         
       Selaku pembaca, komentar adalah makanan favoritnya, dan coretan blog menjadi lahan aplikasi hasil cerna bacaannya. Jadi kiranya wajar jika pembaca sedikit mengomentari novel terbaru yang berada di tangan ini, secara singkat komentar saya pribadi meliputi 5 hal yang penting, diantaranya: Dari sudut alur cerita, kesamaan dengan novel penulis lain, kesamaan dengan novel bang ma’mun sendiri, khas tulisan ala Ma’mun Affany, dan Kekhasan novel ini. Dan tentu saja di tutup dengan sedikit harapan dari pembaca miskin ilmu ini pastinya.



Pertama: Dari sudut alur cerita.
      
      Judul pertama masih berbicara bagaimana sosok Bagus, siapa dia, bagaimana dia, apa saja rahasia yang ia miliki termasuk keahlian khususnya yang tidak dimiliki sembarang orang. Memasuki judul kedua mulai timbul masalah, dengan penugasannya untuk mendekati seorang gadis muslimah taat yang terjaga aman di Pesantren Sabilul Huda, putri dari bapak Husein, tokoh tersohor Singosari, Malang, Jawa Timur. Aisy Fashihah Ilma namanya. Misi utama Bagus, bagaimana membuat Fashihah murtad dari agamanya. Ia gunakan jurus menuntut ilmu, seakan dia tahu bahwa pesantren sangat berat menolak santri yang tulus niat ingin belajar ke pondok. singkat cerita Bagus pun di terima oleh Gus Ali Pimpinan pesantren, dan kesehariannya menngabdikan diri pada beliau, apa saja dikerjakannya mulai, bersihkan rumah, nyuci mobil, nyapu halaman dan lain sebagainya. Fokusnya hanyalah pada Fashihah.
    
     Sementara di waktu bersamaan, Bagus juga sudah memiliki kedekatan khusus dengan Yuna, seorang dokter muda cantik, pintar dan juga perhatian yang terang-terangan siap untuk setia, tidak mau ditinggalkan, walaupun konseksuensi keberhasilan misi Bagus sampai menikahi gadis muslimah tersebut, Bagus tak tega, namun Yuna masih kokoh pada pendiriannya. “Aku tetap bersamamu, jalankan tugasmu, jangan lupakan aku. Cinta wanita seperti akar, menghujam dalam. Kalau dicabut dan dipindah, akan kering kerontang, aku tetap disampingmu. Jika sudah selesai, kembalilah padaku, aku hadir untukmu...”tampak berat yuna mengucapkan kata-katanya barusan.“Tidak ada yang bisa menolakmu, tapi aku takut tak bisa setia. Hidupku hanya untuk Tuhan...” jawab Bagus sejujurnya. “Aku semakin cinta padamu...” tutup Yuna kagum. Begitulah kira-kira sedikit cuplikannya...
        
   Di buka di awal dengan permasalahan perasaan, selanjutnya apakah masih seputar perasaan atau kejadian, atau pemberontakan atau tentang logika sebuah tindakan...? Penasaran? Monggo... di lanjutkan bacanya.... hehehe... yang Aku suka dari novel abangku yang satu ini ya... dari cara penulisan masalah inilah, amunisi ampuh menggaet pembaca untuk segera menuntaskannya.

Kedua: Dari kesamaan dengan cerita novel penulis lainnya

     Sejauh yang aku kenal, bang Ma’mun tidak pernah membaca novel lain selain karya buya Hamka, itupun novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” jadi mungkin beliau tidak mengira ada kesamaan cerita dengan novel lainnya.

   Dalam adegan perkelahian mengejar maling yang masuk pondok, sepintas tergambar adegan perkelahiannya khas ramuan kang Abik dalam “Ayat-Ayat Cinta”, ketika Fakhri berkelahi dengan Bahadur, apalagi ketika si maling mengeluarkan pisau, hampir persis tapi tetap tidak sama pastinya, bak kata pepatah: lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, masing-masing tetap masih memiliki sisi identitas yang melekat erat pada masing-masing cerita. Ehm...... Mantap
  
     Disisi lain novel ini juga mengajarkan risalah Islamiyah, seperti nasehat keagaan namun diramu dengan dialog interaktif mengalir, sehingga pembaca tanpa terasa telah mengkonsumsi nasehat, Seperti cerita Azam yang mengajar konsep ibadah pada Fadhil di novel “Ketika Cinta Bertasbih”, “Mendahulukan orang lain dalam ibadah itu tidak boleh, tapi dalam mu’amalah itu keharusan” agak sedikit mirip dengan situasi Bagus ketika menjumpai Gus Ali untuk meminta nasehat dan bersyahadat. Keduanya memiliki emosi alur cerita yang sangat berdekatan.

Ketiga: Kemiripan dengan novel bang Ma’mun yang lainnya
  
     Pertama, pada halaman: 145 mencerminkan gambaran penasaran perasaan dan hati wanita yang iri dengan wanita yang lainnya, mengingatkan pembaca dengan karya beliau “Kehormatan di Balik Kerudung”.

   Kedua, pada halaman: 196 bercerita tentang kehilangan, mencari-cari kabar berita, mencari-cari alamat orang, hingga meyakinkan pasangan kembali atas cinta suci yang tiba-tiba menghilang di telan hilangnya ingatan, samar-samar mengantarkanku pada novel “29 Juz Harga Wanita”disana tak terbayang betapa luar biasanya perjuangan sosok seorang lelaki untuk menumbuhkan kembali bibit cinta sang istri yang tiba-tiba menghilang begitu saja dalam waktu yang lama.

Keempat: Khas karangan yang dimiliki seorang Ma’mun (sosok penulis kawakan)

     Kemampuan mengibaratkan dan menvisualkan wujud paras seseorang adalah khas Ma’mun yang hampir dibumbuhi secara merata pada setiap buah penanya.“Fashihah tercipta dari puing-puing keindahan yang berserakan dari banyak makna kecantikan. Disatukan dalam sosok wanita penuh kebahagiaan dan kelembutan. Melihat Fashihah seperti melihat keajaiban Tuhan.” Begitulah satu contoh singkatnya.
    
     Selain dari pada itu, kemampuan menceritakan perpindahan waktu dari masa ke masa terasa mengalir begitu saja. Tergambar pada saat Perpindahan tahun 1 -6 tahun pernikahan tidak terasa. Belum lagi saat menyambungkan antara satu episode cerita ke cerita setelahnya, tepat pada episode 20 “Tetap Mandul” ke episode 21 “Tak Ada Yang Sempurna” terasa alur emosi pembaca terbawa suasana hingga akhir cerita.

     Selanjutnya kemampuannya memilah-milih kata menjadikan sesuatu sederhana menjadi istimewa, tepatnya saat menceritakan keanggunaan Fashihah “Bajunya tidak mahal, tapi serasi, bahkan sampai sepatu. Fashihah pintar memadukan kesederhanaan menjadi keistimewaan.”
                
      Akhirnya sampai pada  bagian terindah novel ini yang tidak boleh dilewatkan adalah saat ada dialog rayuan cerdas, benar-benar menggelitik perut, membuatku senyum-senyum sendiri... Jangan kira aku gila sendiri ya.... berikut salah satu dari banyak petikan rayuan cerdas lainnya, tergambar saat Bagus sahut-sahutan dengan Fashihah, “Kau pandai sekali menggembirakan wanita. Kau pasti laki-laki buaya” ucap Fashihah, Bagus tersenyum “Aku tidak punya daya apa-apa. Wanita sekarang sering melihat keturunan dan kekayaan. Aku laki-laki biasa.” “Kau baik, itu sudah menjadi obat wanita paling mujarab di dunia” Fashihah membalas. “Aku kira hanya laki-laki yang pandai memuji, ternyata wanita dihadapanku lebih pandai” Bagus menunduk. Hahai... Jadi malu.... J

Kelimat: Ciri khusus novel ini
       
      Secara kekhususannya novel ini berbeda dengan novel bang Ma'mun yang lainnya, disini nampak cerita yang ingin di angkut adalah nikah beda agama, namun tidak cukup hanya disitu, ada banyak pesan moral, nasehat kebijaksanaan, rahasia pendidikan dan cara bersikap serta mengambil keputusan yang diajarkan disini, sehingga tanpa terasa pembaca juga terbawa masuk ke dalam inti nasehat yang sangat luar biasa.
      
     Selain dari pada itu, novel ini membocorkan beberapa rahasia pendidikan pondok, dimana sosok kyainya adalah sosok yang tidak terlalu silau dengan kemewahan dunia, beliau sederhana namun di kagumi masyarakat, cirinya selalu mampu mengambil kehidupan dunia sebutuhnya, santrinya terbiasa hormat, taat dan patuh pada kyai, dan berkerja seikhlas serta semaksimal yang ia mampu lakukan.

    Berikut berberapa pesan moral yang langsung di kutip dari novel tersebut tanpa ada perubahan redaksi, agar asli yang di tampilkan, agar lapang ruh penulis masuk kedalam relung hati pembaca setia lainnya.

    Pesan moral pertama: Tentang kerukunan dalam beragama, baik dalam berkeyakinan maupun bersikap dan berinteraksi. Pesan tersebut tergambar jelas dari nasehat Gus Ali Kepada Bagus: “Islam itu intinya ibadah dan muamalah. Ibadah kepada Allah, dan muamalah kepada manusia dengan baik. Bahkan kamu menyingkirkan duri dari jalan itu sebuah tanda keimanan. Mengikat tali saudara sesama muslim juga tanda iman. Jangan kamu sakiti orang lain. Bahagiakan selalu orang lain. Kalau kamu tidak mampu berbuat baik, paling tidak jangan menganggu.” Begitu jelas bukan pesan yang disampaikan?

    Pesan moral kedua: Yang di tanamkan novel ini bahwa wanita itu mahal, harus bisa jaga kehormatan diri. tersirat dalam dialog Fahsihah dengan Bagus: “Kata ibu aku cantik, aku sangat menarik bagi laki-laki. Aku sejujurnya takut sekali. Aku yakin diamanati kecantikan ini bukan sebagai hiburan. Aku yakin ini untuk dijaga. Aku yakin masih banyak laki-laki baik. Yang aku khawatirkan laki-laki yang tak baik. Aku belum bisa jaga diri meski sudah sebesar ini” Fashihah menarik nafas panjang.
    
     Pesan moral ketiga: Bahwa ibu adalah tempat curahan hati gadis sebelum ia menikah, sebab ibu yang paling tahu tentang anaknya dan tahu mana yang tebaik untuk putrinya. kembali nasehat murni khas orang tua pada anak gadisnya tersirat pada dialog ibunya Fashihah kepadanya jauh sebelum ibunya meninggal dunia: “Menilai laki-laki mudah, laki-laki baik selalu menghormati wanita dan tidak menjerumuskannya dalam bahaya dunia dan alam baka. Dia akan memuji tapi bukan menggoda, dia akan meninggikan tapi tidak mengada-ada.” Ehem..... udah pada baper belom...? hehehehe....

Harapan untuk terbitan Novel Berikutnya
     Tidak mengerti apakah kisah novelnya yang mudah tertebak atau karena pembaca sudah membaca karya beliau berkali-kali, sehingga terbaca betul alur cerita dan ujung ceritanya.


    Pertama, terbaca pada saat Fashihah mengadukan Bagus pada Nyai pondok karena telah memasuki areal putri karena mengejar maling, sampai akhirnya Fashihah yang memiliki hati lembut bak sutra itu, merasa iba karena bagus mendapat hukuman berat oleh karena aduannya, serasa hukuman tidak setimpal dengan kebaikan yang telah ia kerjakan di waktu yang bersamaan pula dan karena Bagus menjalani hukuman dengan lapang dada, serta menikmatinya, secara berkala timbul benih-benih simpati Fashihah yang datang begitu saja.
   
    Kedua, sosok Bagus yang memiliki suara bagus bakalan di pertontonkan di depan jama'ah ketika membaca al-Qur'an, sangat terbaca karena memang tujuannya hadir ke Pesantren adalah untuk bisa mendapatkan Fashihah, belajar bahasa Arab dan Mengaji, dan satu-satunya langkah yang memang masuk akal untuk bisa di kenal banyak orang, dan di kagumi santriwati adalah dengan tampil memukau dengan kelebihan yang sangat matang.
  
   Ketiga, bagiku pada saat digambarkan wanita hamil berjalan keluar dari gereja bersama Santo, hampir menggambarkan jalan cerita novel ini sampai akhir, tidak seperti novel "Kehormatan Dibali Kerudung" dan "29 JUZ Harga Wanita" yang penasarannya poool...

    Agar tidak berkurang cita rasanya, akan lebih baik jika pembaca menyudahi bacaannya sampai Hakim pengadilan usai ketuk palu, tanda kasus usai dan di tutup. Setelah menemui Bagus Fashihahpun menghampiri, dan memeluk Yuna. Saranku, jangan melanjutkan bacaanya.... Jangan tanya kenapa ya,.. Ikuti saja...

   Akhir Kata, “Kesempurnaan itu tak pernah hadir pada manusia. Manusia selalu diberikan kekurangan agar kesombongannya tak berlebihan.” apabila ada salah kata, salah ketik, membuat penulis novel dan pembaca setia novel ini marah, sakit hati, dan dongkol hati dengan saya. Dengan tulus hati saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya.
    
       Selanjutnya ....... Selamat membaca .....
      
       Wassalamu’alaikum wr. Wb..
Lumut... 
Ahad, 10-03-2019 (22.25 wib)


Tuesday, January 15, 2019

Jangan Menunda; Realisasikan Rencanamu!




Hidup manusia berjalan sesuai dengan peredaran waktu. Jika mampu memanfaatkan waktu secara maksimal, biasanya hasil akhirnya juga akan maksimal, begitu jugalah sebaliknya. Melalaikan waktu sama saja menelantarkan kesempatan. Maka dari itu segalanya tergantung kebijakan masing-masing dalam mewujudkan semua rencana sesuai dengan waktunya. 

Secerdas mungkin kamu menjauhi kata-kata penundaan, secepat itu juga keberhasilanmu bisa didapatkan. Sebab menunda dan penundaan adalah salah satu faktor yang mampu mengacaukan rencana yang sudah terencana.

Beragam macam hal ku pikirkan dan ku desain sedemikian rupa, namun kesalahan ada di tanganku, aku yang selalu menunda, menunda dan menunda dengan mengalihkan waktu untuk sesuatu yang bukan prioritas, kali ini aku benar-benar keliru…” Pengakuan penunda rencana

Jika kamu cerdik, kamu tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kecuali jika itu memang maumu, dan itu berbeda!

Berapa banyak orang yang memiliki rencana  indah di kepalanya. Namun berakhir dengan satu harapan kosong belaka? Lebih disayangkan lagi jika menghadapi kegagalan sebelum di mulai. Untuk itu sebelum memulai niatkan dalam hatimu untuk tidak berteman dengan penundaan, dan mengubah semuanya menjadi bagian dari perencanaan, bisa rencana A, B, dan rencana C.

Merencanakan keberhasilan akan membuahkan keberhasilan, merencanakan kegagalan akan membuahkan kegagalan, seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Hasil akhir tidak jauh dari niat awal mulanya.

Disamping niat yang kuat perlu juga mental yang membaja. Tidak perlu merasa asing ketika menjalankan rencanamu secara maksimal. Sekilas kamu terlihat aneh bagi orang di sekitarmu, tapi sebenarnya kamu bintang di kejauhan, mereka hanya mampu menatapmu kecil, karena jarak pandang mereka yang terlalu jauh, begitu mereka mendekat, kan didapatinya bahwa bintang itu bersinar lebih besar dari yang ia kira. Bersabarlah dengan proses yang baru kamu mulai.

Perlu kamu sadari tidak semua yang kamu lakukan saat ini, mampu di lakukan orang lain. dan juga tidak semua impianmu mampu tergambarkan di pikiran orang lain, maka dari itu jika kamu memiliki impian, pertahankan dan perjuangkanlah itu sungguh-sungguh. Tidak semua orang mampu merealisasikannya. Hanya dirimu dan keyakinanmulah yang akan melakukannya, dengan kesungguhanmu kelas di atas rata-rata menjadi maqommu.

Jika keinginanmu hanya berbuat biasa dan sederhana, bukan cita-cita luar biasa yang kamu impikan, karena sesuatu yang besar harus di raih dengan usaha yang besar, tidak ingatkah kamu, selama bumi masih berputar, selama itu juga hukum dunia akan terus berlaku. Jangan pernah bermimpi instan, sebab kamu terlahir juga melewati proses panjang, bukan instan. Bangun… Sadarkan dirimu, hidup ini bukan mimpi!

Jangan menunda, mudah-mudahan dengan prinsip hidup tidak menunda, akan mendekatkanmu pada semua angan dan cita-cita.

Terakhir sebelum tulisan ini berakhir, Perlu di ingat bahwa menjalankan rencana, adalah bagian dari kesuksesan kecil yang dapat kamu raih setiap waktu, semakin sering kamu berhasil menjalankan rencanamu, akan semakin dekatlah kesuksesanmu; biasanya kumulatif dari keberhasian kecil itu akan berevolusi menjadi satu hall yang besar, luar biasa dan tak terhingga, untuk itu kamu harus berusaha, totalitas, berdo’a, bersabar dan jangan menunda.

Masa depanmu ada di depan mata!

Selasa, 15 Januari 2019

Tuesday, January 1, 2019

Apa yang Di Kejar Sebenarnya ?


Dalam banyak kesempatan, kadang diri berlomba mengejar yang tak pasti, memperjuangkan yang belum pernah terjadi, namun apakah itu salah? Jika itu salah, musti ada penjelasannya dan apabila benar pasti ada alasannya. Pada intinya selama semuanya niat ibadah lillah, menjalankannya tidak menyalahi syariah, ku kira hati kecil juga tidak memberontak untuk memberikan kesaksian dan pembenaran.


Apa hal berkata demikian ?

Seiring berjalannya waktu, tubuhku berevolusi menjadi sosok yang lebih dewasa dari waktu ke waktu, wajar agaknya pikiran ini memikirkan akan baik-buruk/benar-salah/cocok tidak cocoknya suatu perbuatan dan apa ganjaran dari setiap kesalahan yang telah dilakukan.

Menahun aku merenung, lumayan panjang ku coba berganti solusi dari satu ke yang lain, hingga pada akhirnya ku memutuskan ingin menjadi penulis. Berharap dengan menulis, tulisanku bisa di baca orang lain, syukur-syukur yang membaca banyak, sehingga bisa memberikan manfaat. Dengan tulisan itu, aku jadikan ia sebuah amalan, berharap ia menjadi amal ibadahku yang bisa menghapus dosa-dosaku. 

Secara hitungan singkat ekonomis, terhitung bahwa aku akan menjadi orang yang beruntung; sebab walaupun Aku Sudah tiada tapi tulisanku ada. Dan berharap selama tulisanku masih terus di baca dan dinikmati banyak orang, maka saat itu juga pahala mengalir padaku. Sehingga dapat menutupi dosa-dosa yang telah ku kerjakan baik itu sengaja maupun tidak di sengaja.

Apakah itu hitungan yang tepat atau keliru aku juga tidak begitu yakin, tapi begitulah pola pikirku beberapa tahun yang lalu.

***

Dihadapkan pada moment pergantian tahun 2018 menjadi 2019 ini, aku seakan tersadar, samar-samar ku dengarkan bisikan suara Kecil ustadzku menyampaikan ceramahnya, akankah kita masuk syurga karena amal kita? Bukankah sebanyak apapun amal kebaikan, jika Allah belum ridho, syurga belum berhak menjadi tempat kita? Mulai pikiran remajaku berkelana mencari jalan kebenaran dari ungkapan samar tersebut,

Kalau memang dengan ridho Allah baru bisa masuk syurga dan mudah menjalani hidup di dunia, harus bagaimana aku menjemput ridho-Nya ?

Pikirku keras mencari jawaban, yang ku tahu, rahmat Allah mendahului azabNya, dan ridho Allah melampaui murkaNya. Pertanyaan baru timbul, terus bagaimana mendapatkan rahmat dan ridhoNya? Bagaimana caranya?

***

Sebelum coretan sore ini berakhir, agaknya bahwa hidup ini harus terus berusaha memperbaharui niat lillah, dan menguatkan tekad istiqomah di jalanNya. Dengan demikian kiranya dapat mengundang rahmat dan ridhoNya. Aamiin ya rab.

Sebagai penutup, pertanyaanku berulang lagi, sebenarnya apakah yang berhak untuk di kejar? 

Dalam posisi memberanikan diri untuk menjawab, kiranya ada 5 hal yang mudah-mudahan dapat mengundang datangnya rahmat dan ridho Allah pada kita. Yaitu: 

Pertama: Bertakwa kepada Allah swt. Tinggalkan apa yang dilarang Allah dan kerjakan apa yang di perintahkan Allah. Mudah-mudahan Allah swt akan membukakan jalan keluar dari setiap kesusahan dan memberikan rizki dari arah yang tiada di sangka-sangka.

Kedua: Yakin sepenuh hati akan semua janji dan Ancaman Allah itu nyata. Islam itu jelas, lukas dan tegas, tidak ada keraguan di dalamnya, bahkan tingkat keyakinan padanya harus diletakkan pada derajat tertinggi, sebab hakikat dari semua kebenaran adalah Islam dengan segala ajaran dan keyakinanya. Dengan demikian mudah-mudahan kita akan terus menjadi generasi muslim yang kuat beragama tidak kehilangan identitas diri.

Ketiga: Bahagiakan dan wujudkan keinginan orang tua. Ku kira hadist yang menerangkan bahwa keridhoan Allah terdapat pada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah terdapat pada kemurkaan orang tua, merupakan hal yang sudah finish, tanpa butuh diskusi dan perdebatan panjang untuk yang satu ini.

Keempat: Tulus membantu orang lain karena Allah swt (lillah). Bukankah Allah selalu menolong siapapun dari hambaNya selama ia selalu menolong sesamanya dengan tulus hati? Yakinilah bahwa janji Allah itu pasti, karena sesungguhnya Dia tidak pernah ingkar janji.

Kelima: Hindari hutang perbanyak sedekah. Sebab Hutang menimbulkan kecemasan di malam hari dan ketakutan di siang hari, sedangkan sedekah hadir sebagai solusi, walau dalam keadaan mepet sekalipun, bagi Allah tidak ada yang mustahil, “Jika Dia katakan terjadilah, maka terjadilah!”  .

Berhentilah sejenak, mari meluangkan waktu luang waktu tuk membaca pesan tersirat Allah di balik alamnya,… Bukankah jika ridha Allah yang di kejar, Insya Allah semuanya akan lapang? semuanya akan mudah, semuanya akan terlewati dengan baik? Berlaku juga sebaliknya.
“Mulai tahun ini… Aku ingin mengejar ridho Allah swt lewat ridho orang tuaku!” 
Tidak salah kiranya itu menjadi contoh ungkapan awal resolusi 2019 ini.

Waalahu’alam bisshoab.

#Renungan Pergantian tahun
#edisilembaranbaru
#2019membawaperubahankearahyanglebihbaik


Selasa, 01 Januari 2019, 18.46 wib

Thursday, December 6, 2018

Manusia Minus 3


Manusia adalah makhluk kompleks yang memiliki daya pilh dan daya fikir. Kebebasannya memilih menentukan nilai dirinya, sebab hanya orang penting yang tahu akan kepentingan dan hanya orang bernilai yang menghargai nilai dari satu pilihan, apapun pilihannya manusia benar-benar bebas untuk memilih jalan hidup terbaiknya. 

Jika sekedar menentukan pilihan manusia bisa mendapat gelar bijaksana mungkin tidak akan ada kata ‘bingung’, di kamus besar Bahasa Indonesia, dan mungkin tidak akan ada ajaran shalat Istigharah dalam Islam, namun sayangnya untuk menjadi bijaksana manusia harus menggunakan akalnya untuk berfikir. 

Hanya pola pikir yang benar yang dapat menghasilkan pilihan yang benar, dan pilihan yang benar tentu saja belum tentu lulus dari ujian, keseimbangan melewati penilaian miring, kemampuan menghadapi ujaran sinis dan sambutan sadis adalah ujian pertama yang harus di lewati, oleh sebab itu berfikir sebelum memilih, berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara adalah cara tepat mempertanggungjawabkan pilihan. Sebab hasil akhir pilihan terbaik adalah ketika manusia mampu mempertahankan pilihannya dengan sekian alasan tulus dan realistis dari hatinya.

Kini telah hadir transformasi manusia baru, sebut saja Manusia Minus 3, sebuah upaya besar menciptakan generasi bijaksana. Dengan adanya manusia minus 3 semua pekerjaan dapat terkondisikan dengan maksimal, jika berhasil menjadi manusia minus 3 keuntungan kontan yan di dapatkannya adalah pikiran yang selalu tenang, diri yang tidak terikat waktu dan jiwa yang terbebas dari ikatan janji, dealine dan tagihan oknum.

Pertanyaannya: 
Siapakah manusia minus 3 itu? 

Dia adalah manusia yang selalu menuntaskan pekerjaannya 3 hari sebelum deadline waktu di tentukan tiba. 

Bayangkan jika manusia minus 3 ada di dalam satu perusahaan? Jika ia hidup di lembaga pendidikan? Jika dia berkembang di dalam satu komunitas? Jika ia tumbuh dari rahim organisasi kepemudaan? Bukankah ia anak emas yang merupakan aset alam paling alami yang pernah terlahirkan?

Dengan keputusannya memilih untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggungjawab 3 Hari sebelum deadline, bukankah ia memakai akal untuk berfikir? Jika satu-satunya alasan pilihan adalah demi kemaslahatan apakah itu satu kebijaksanaan?

Kini bijaksana bukan hanya pilihan semata, bukan juga pilihan mata buta, namun bijaksana satu pilihan dari manusia yang selalu berfikir untuk kebahagiaan bersama. Jika tidak untuk bahagia untuk apa kita hidup berjama’ah?


Have fun for your choice

By: Irhas el fata

Sunday, September 23, 2018

“Crazy Rich Asians” Mengajarkan Makna Integritas Yang Seharusnya

Awalnya terkesan datar, namun seiring berjalannya durasi, perlahan gambaran, kultur, budaya kaum berada sangat jelas lengkap dengan watak dan lakon yang sesuai dengan dunia nyata. Tampilan drama kehidupan yang sederhana, namun memiliki kharisma tersendiri dalam penyajiannya. Poin penting yang sulit terlupa:

  • Walaupun kamu terlahir dari keluarga biasa saja, maaf katanya terlahir dari keluarga kurang mampu, keluarga broken sekalipun, kamu tetaplah pejuang, petarung, dan pemegang stir kehidupanmu sendiri jangan pedulikan benalu di sekitarmu.
  • Menyalahkan orang lain bukanlah solusi untuk permasalahan apapun itu, sebab inti permasalahan dan solusi ada di dalam diri kita sendiri.
  • Kesempatan boleh datang sekali, ketika kesempatan itu datang, jangan di buang ambil kesempatan itu, jangan pikirkan sisanya. Sebab sisanya tinggal keahlian dan mental beranimulah yang mengambil alih
  • Seberapa kuatpun seseorang mendadani orang yang bermental miskin agar menjadi kaya, tetap akan percuma jika dia tidak ingin. Sebab mental berasal dari  dalam jiwa, jika tidak mau berubah tidak akan terubah.
  • Faktanya orang kaya selalu selangkah lebih maju dari rata-rata orang biasa. Sebelum kekayaan menyelimuti diri dan kehidupannya dia sudah kaya mental terlebih dahulu.
  • Tampil apa adanya, tampil bagaimana adanya adalah satu solusi membuat gerak lebih lues, tanpa ada yang di tutup-tutupi, sebab tampil apa adanya akan membuat hidupmu lebih berarti dan bernilai lebih. Walaupun dihadapan orang paling berkuasa sekalipun
  • Selalu yang cocok yang akan bersatu, dan itulah yang dikatakan jodoh. Cocok bukan hanya sekedar materi, sikaya dengan si kaya, si miskin dengan si miskin namun lebih kepada mental dan passion sendiri. Sebab harta bukanlah pemisah, dan bukan satu-satunya pemersatu pertalian, namun konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan diri itulah penunjang diri yang sesungguhnya.
  • Kamu dan cara kamu menjalani harimu adalah masa depanmu.
  • Ada yang bisa kaya dengan intelektual biasa namun usaha yang luar biasa. Ada yang tidak kaya namun semangat belajar tinggi menjadikannya lebih tinggi dari siapa saja, sebab dia memiliki integritas yang selalu di jaganya.
  • Jangan menyembunyikan sesuatu yang tidak mesti disembunyikan walaupun itu demi menjaga perasaan orang lain, jika ujung-ujungnya menyakitkan. Pilihannya cukup katakan apa adanya, katakan bagaimana seharusnya, jangan di tutup-tutupi, dan jangan curang, nanti kamu yang rugi
  • Patah tumbuh hilang berganti, adalah sunnah kehidupan. Tidak akan ada kesedihan yang berkepanjangan, begitu juga sebaliknya, hanya di butuhkan kesetiaan dan kejujuran.


Note:

In-teg-ri-tas: mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. (sumber KBBI)  

Me: 
Irwan Haryono S

Subscribe Us

Dalam Feed

*PENGALAMAN NYANTRI*

*PENGALAMAN NYANTRI*
Pengalaman Nyantri Menghadirkan Ruang Refleksi Kehidupan, Ketenangan, dan Pemikiran Dari Sudut Pandang Santri Akademisi.