Rabu, 16 Februari 2022

Percaya Kepada Allah; Lalu Pegang Teguhlah Pendirian Itu

**

“Jangan banyak duka cita,

Apa yang telah ditentukan itulah yang tejadi.

Yang untuk orang lain tidaklah sampai kepadamu.

Apa yang untukmu mestilah kamu capai,

Ingat saja tuhanmu, dan terimalah bagianmu dalam mencari hakikat dan dalam memelihara syari’at”


[Prof. Dr. Hamka]

**

Buku Pandangan Hidup Muslim ini berisi tentang perenungan yang membawa pencerahan bagi hati dan jiwa setiap Muslim tentang pandangan hidupnya, atau konsep hidupnya. Sudahkah setiap muslim benar-benar telah menjadikan Islam sebagai pandangan hidup atau sebagai pedoman hidup?

 

Melalui pembahasan-pembahasan yang disampaikan, kiranya Prof. Dr. Hamka hendak mengingatkan setiap Muslim bahwa hendaknya setiap Muslim telah memiliki pandangan hidup yang benar sehingga dapat menempatkan segala sesuatu di dunia ini dengan benar pula menurut pandangan Allah, baik meliputi persoalan-persoalan sesama manusia, maupun hubungannya dengan Sang Pencipta sebab telah terbukti bahwa seluas-luasnya pikir manusia, ia akan sampai pada titik keterbatasannya. Sehat-hebatnya manusia, ia mati pula meninggalkan segala yang dibanggakannya.

 

Maka rasa takut dan dukacita adalah dua hal yang menjadi penghalang besar dalam kemajuan hidup. Itulah duri dan itulah pula batu penarung. Oleh karena itu Allah swt berfirman yang artinya:

 

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ lalu mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Jangalah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (Fushshilat: 30)

 

 

آمَنْتُ باِللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Aku percaya kepada Allah, lalu pegang teguhlah pendirian itu!”

 

Tatkala pujangga, alim, filsuf, dan pemimpin Islam yang terkenal, Haji Agoes Salim masih hidup, ia pakai kata-kata ini menjadi lambang pada stempelnya, lambang pada cap surat-suratnya. Pada pintu rumahnya di Jalan Theresia, dahulunya, atau jalan Haji Agoes Salim yang sekarang, terpampang juga kalimat itu dalam bentuk yang lebih besar.

 

قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

 

“Katakanlah! Aku percaya kepada Allah dan lalu pegang teguhlah pendirian itu.”

 

Dengan itulah, kita hadapi segala persoalan di dalam hidup ini. Dengan itu, kita kibarkan panji kita. kalimat itulah yang terlukis pada-Nya, dan dengan pendirian itu kita hidup di tengah-tengah masyarakat. Dengan itu, kita jiwai seluruh kebudayaan dalam segala macam seginya. Dengan itu pula, kita mencari pengetahuan dalam segala macam cabangnya.

 

Itulah pangkalan tempat kita bertolak. Itulah Pelabuhan terakhir tempat bahtera kita berlabuh.

 

Pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang atau golongan masyarakat dalam menanggapi dan menerangkan segala masalah di dunia ini. Dengan demikian, pandangan hidup seorang Muslim harus mengacu pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dan didahului oleh semangat tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah dan menghambakan diri hanya kepada Allah swt.

 

Dengan tauhidullah dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah itulah segala persoalan hidup dihadapi oleh seorang Muslim. Hal ini tercermin dalam pendirian seorang Muslim ketika hidup di tengah-tengah masyarakat, tercermin dalam kebudayaan yang tercipta, dan dalam usahanya mencari pengetahuan seluas-luasnya.

 

Sebelum akhir, ining kami jelaskan bahwa buku  Pandangan Hidup Muslim yang sangat luar biasa ini, berasal dari tulisan-tulisan Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dalam rubrik majalah Panji Masyarakat yang terbit di bawah pimpinan Ia sendiri di Jakarta, sejak Juni 1959 sampai September 1960. Ditambah dengan beberapa artikel lain yang terdapat di dalam majalah ini juga dan dalam majalah lain.

 

Penerbit buku ini, sengaja menyusun ulang dan menerbitkannya menjadi sebuah buku; bertujuan tidak saja untuk memenuhi permintaan yang sangat banyak mengalir kepada pangarang, tetapi juga mengingat isinya yang memang sangat berfaedah, terutama sekali bagi pembangunan ruhani bangsa kita, yang dewasa ini, sama kita rasakan sangat memerlukannya, disebabkan banyak yang kehilangan pegangan dan landasan tempatnya berpijak.

 

Sedikit yang agaknya menjadi catatan, kiranya buku ini tidak sekedar menjadi bahan bacaan, namun seyogyanya menjadi awal tonggak perubahan bangsa, dan sebaik-baik perubahan adalah yang dimulai dari perubahan pemudanya. Jadi sangat luar biasa kiranya jika buku ini dapat menjadi kajian bagi para mahasiswa-mahasiswa muslim, agar terang jalan mereka, agar lurus langkah kaki mereka, agar tidak ada ragu dalam mengambil keputusan nan kokoh imannya.

 

Hampir tak dapat saya melihat sisi kurang dari buku ini, menggambarkan betapa kurangnya saya akan panduan menjalani hidup, mendapatkan buku ini seperti mendapatkan jalur air bersih yang mengalir, hilang dahaga seketika, bahkan masih  mengalir air bersihnya, lewat tulisan inilah saya kabarkan pada pembaca, ini adalah aliran sungai kehidupan, minum airnya agar dapat menyambung hidup dengan cara yang benar. 

 

Akhir kata semoga terinspirasi dan selamat membaca.

 

**

Judul Buku      : Pandangan Hidup Muslim

Penulis             : Prof. Dr. Hamka

Penerbit          : Gema Insani, Jakarta

Cetakan           : Pertama, Rabi’ul Akhir 1437 H/Februari 2016 M

Tebal               : xii + 268 hlm; 23 cm

ISBN                : 978-602-250-296-8

Genre              : Akhlak

Harga              : Rp. -

Resensator      : Irwan Haryono S., S.Fil.I

**

 

0 komentar :

Posting Komentar