Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI SANTRI

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

CATATAN PINGGIR

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Friday, July 14, 2023

Pengalaman Nyantri Berarti dan Berkesan: Reuni Akbar dan Silatnas Alumni Gontor 2003 & 2009 “Khutbatul 'Arsy Akbar menuju satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor”.

Reuni Akbar dan Silatnas Alumni Gontor 2003 & 2009 “Khutbatul 'Arsy Akbar menuju satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor”.

 

Ada sahabat lama saya, dia tinggal di Yogja, karena memenuhi undangan reunian alumni, maka dengan suka rela ia datang bersilaturrahim ke pondok, dan bercengrama akrab dengan para pimpinan pondok.

 

Dari bumi Ponorogo Jawa Timur, pesan dan nasehat kyai disarikan ulang dan kemudian di share kepada kami yang di Medan. Bukan kepalang senangnya mendapat kiriman paket harta nasehat ini. Seketika ruh yang haus akan siraman nasehat, merasa aliran hawa kesegaran dan ketenangan jiwa yang tak terhingga. Terima kasih sahabat.

 

 

Rentetan uraian poin penting bapak Pimpinan, kepada para alumni pesan bermanfaat, berbobot, bervalue dari al-Mukarram al-Ustadz Kyai Haji  Hasan Abdullah Sahal, semoga beliau dan seluruh pimpinan beserta pondok selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah swt. Aamiin.

 

Mendekati peringatan ulang tahun pondok ke satu abad, perlu banyak perbaikan demi perbaikan, pembaharuan demi pembaharuan, dan yang paling 'real' adalah pembaharuan SDMnya dalam hal ini para alumni-alumni adalah benteng-benteng penguat Gontor di dalam dan dari luar. Harus ada 'tajdid', dan juga 'refresh', agar supaya alumni menjadi sosok yang tidak lupa akan nilai-nilai kema’hadiyahannya. Sesuai dengan pesan Kyai Hasan: “Bagaimanapun mengadakan perubahan, nilai jangan sampai berubah.”

 

Moment ini adalah moment penting Acara Reuni Akbar dan Silatnas Alumni Gontor 2003 & 2009 diadakan di Aula Wisma Darussalam Gontor, dilaksanakan tepat pada Sabtu ba'da Isya, 08 Juli 2023, berbatas jarak, satu dua dan beberapa hal lainnya, dengan berat hati saya tak bisa mengikuti reunian tersebut.



Banyak pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut, ditulis, diketik dan kemudian dirangkum dari pidato KH. Hasan Abdullah Sahal tersebut. Untuk itu saya bagikan tulisan berikut ini, berisikan nasehat, arahan, tajdid dan informasi terkait dengan pondok. Semoga mencerahkan. Aamiin.

 

Dicatat dan dirangkum dari Pidato Pesan dan Nasehat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal

Acara Reuni Akbar dan Silatnas Alumni Gontor 2003 & 2009 

di Aula Wisma Darussalam Gontor

 

1. Kita sedang berada di zaman NOW (Nonton Ora Warek)

Alumni Gontor jangan hanya jadi penonton tapi harus juga sebagai pemain dan penggerak. 

Nonton orang makan, bikin kenyang gak? hehe

 

2. Baca cerminan diri masing-masing (Interopeksi diri) 

 

3. Anak Gontor persaudaraannya kuat seperti 1 marhalah (angkatan), 1 konsulat (asal daerah), kalo ketemu yang penting Nataqohwah (Qohwah=Kopi), bahkan orang Mesir pun bingung artinya Nataqohwah itu apa.

 

4. Gontor dipandang salah bagi mereka yang gak mau benar. 

 

5. Di Pondok tidak boleh ada organisasi wali murid, santri tidak lahir di pondok, tapi santri datang dan diantar orang tua memohon agar diterima, ketika masuk kesini unak-unuk-unak-unuk, maka jangan coba-coba mengatur Pondok. (Kritik Saran Yes, Intervensi No)

 

6. Malam ini memang sudah saya siapkan judul besar kegiatan ini adalah "Khutbatul 'Arsy Akbar menuju satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor"

 

  طول الأمل و قصر الأجل .7 : Cita-cita kita tinggi walaupun terbatas dengan ajal

 

ما أضيق العيش لو لا فسحة الأمل .8: Alangkah sempitnya hidup ini kalau tidak karena luasnya cita-cita.

 

9. NU slogan: 

"المحافظة على القديم الصالح و الأخذ بالجديد الأصلح"

 

Muhammadiyah slogan:

"المحافظة على القديم و إجداد التجديد"

 

GONTOR slogan:

المحافظة على القيم والتغيير إلى الكمال

Menjaga nilai-nilai, mengadakan perubahan menuju kesempurnaan 

 

10. Bagaimanapun mengadakan perubahan, nilai jangan sampai berubah.


11. Jangan bicara kebebasan kalau masih terjajah, tidak ada orang yang dijajah bicara bebas, dijajah ekonomi, fikiran, kekuatan, hukum dll

 

12. Banyak orang sekarang yang tidak berkualitas tapi muncul, ada dua tipe;

  حُبّ الظهور: Ingin selalu tampil 

إثبات الذات: Menetapkan diri 

 

13. Muballigh jangan sampai menyatakan

Harom menjadi Harol

Halal menjadi Halom

Harom Mukhotto, Mukhoffaf, 

Harom Ma'fu 'Anhu, Harom mutthor

Harom Qolil

Muballigh yang mengatakan itu biasanya supaya bisa diundang lagi (diundang lagi dimana-mana, dapat amplop lagi).

 

14. Jika kualitas ummat nol derajat,

Maka ulamanya jangan sampai menurun juga derajatnya. 

 

15. Satu Abad Pondok, haruslah Satu Abad yg berkualitas.

 

16. Beberapa perkataan pendiri Gontor :

"Kalau seandainya perguruan ini tidak mendatangkan manfaat, hilangkanlah lenyapkanlah dia dari pandangan saya dengan segera!"

 

"Biarlah tinggal satu saja santri dari yang banyak ini, namun yg satu akan mewujudkan cita-cita yg seribu, biar seorang saja namun perguruan ini akan tetap saya perhatikan.”

 

"Ya Allah kalau sekiranya saya akan melihat Bangkai perguruan saya hendaklah Engkau memanggil saya terlebih dahulu kehadirat-Mu"

 

17. Pondok mempunyai Shibghah/ Identitas, tidak boleh ditinggalkan atau dilepas. 

 

18. Kita harus memiliki jati diri, bina diri, harga diri , tau diri. 

Kalau sudah itu maka hendaknya jaga diri, dan tahan diri, 

Kalau tidak melakukan itu semua yang ada malah akan Jual diri, unjuk diri,

Kalau tidak berhasil malah gantung diri, bunuh diri,

Kita jangan mudah ke bawa ke sana ke mari, terseret, haruslah mempunyai pendirian, karna kita akan dibaca oleh siapa saja. 

 

19. Jangan sampai

مغضوب عليهم dan الضالين  

 

20. Kalah bukan berarti salah

Menang bukan berarti benar

Kita menegakkan kebenaran, bukan

Memaksakan kemenangan

Kebenaran tetap kebenaran kapan dan di manapun 

 

21. Memahami ayat Al-Qur'an harus kontekstual tidak cukup tekstual, contoh: 

وَلَمَّا بَرَزُوا۟ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ ﴿٢٥٠﴾

(QS. Al-Baqarah; 250)

Jangan hanya minta tolong, tapi harus sabar dulu, kukuhkan langkah. 

 

22. Tidak ada kemenangan tanpa keprihatinan, Trimurti Pendiri Gontor itu hanya 3 orang anak kecil yatim dari seorang ibu janda, mereka bukan mahasiswa, alumni luar negeri, tidak bertitel. 

 

23. Situasi sekarang dalam ilmu nahwu 

" صعب اعرابه "

Serba teka teki, gak jelas mana Fa'il, Maf'ul, Fi'il, Madhy, Mudhori', Amr.

Banyak pemimpin saat ini yang hanya Amr-Amr-Amr saja.

 

24. 

فاستبقوا الخيرات Muhammadiyah

واعتصموا بحبل الله NU

وتعاونوا على البر والتقوى Gontor

 

25. Alumni yang nyeleneh terlebih sesat maka dianggap tidak ada, mengajak bicara tentang itu berarti mengajak bicara kepada sesuatu yang tidak ada. Gontor sudah menghukuminya tidak ada, jadi klo mau bicara ya bicaralah sama orang yang menganggap itu ada. 

 

26. Saya dianggap Kiyai Radikal (Radi Kalem)

Itu bahasa jawa Rodo Kalem, hehe

 

27. Doakan kami agar senantiasa sehat,  kuat, sabar, tabah, teguh, istiqomah,

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٣﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqāmah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati."

(QS. Al-Ahqof :13)



Beberapa cinderamata diberikan kepada Kiyai oleh Pengusaha Alumni Gontor 2009, salah satunya adalah Helm produksi ANAJIDDAN yang sudah Go-International.


Seluruh nasehat ini adalah hasil rangkuman yang sangat berbobot tinggi, bergizi untuk dikonsumsi, untuk itu dengan terlebih dahulu saya menanyakan pada sahabat, izin untuk menshare tulisan ini, dan jawabannya boleh.

 

Wednesday, July 12, 2023

Pengalaman Nyantri Berkesan: Pencak Silat Santri Membuka Satu Event di Stadion Teladan Medan

Pencak Silat Santri Membuka Satu Event di Stadion Teladan Medan.

Pesantren memiliki banyak ekstrakulikuler, hampir semua santri tahu betul apa-apa saja ekstrakulikuler yang ada di dalamnya. Ada volley, tenis meja, bulu tangkis, sepak bola, bola basket, bola takraw, futsal dan bermacam olah raga lainnya. Selain itu juga ada ekstrakulikuler seni. Di antaranya: Seni pencak silat, henai, 'handycraft' (kerajinan tangan), kaligrafi dan seni-seni yang lainnya pula.

 

Dalam catatan ini ingin bercerita pengalaman santri yang berkesan saat menerima undangan untuk bisa tampil dalam pembukaan suatu event di Stadion  Teladan Medan. 

 

Anggota silat yang ikut serta dalam event tersebut berkisar kurang lebih 100 orang. Dengan menampilkan seni jurus, seni lompat harimau, seni lompat api, pertunjukan semburan api, seni toya, seni pedang dan juga seni bela diri yang diprakekkan antar pesilat, dan terakhir pertujukan seni pecah riol, kramik dan bata. 

 

Sebelum acara berlangsung kamipun pulang-pergi (Pesantren - Stadion Teladan). Guna melaksanakan gladi kotor dan gladi bersih. Bergerak dari jam setengah 2 siang, sampai stadion teladan medan setengah 3 tiga siang. Langsung turun ke lapangan untuk cek lokasi, dan menguasai lapangan penampilan, sambil masing-masing mengingat posisi tempat berdiri, pada satu jurus, dan tempat kuda-kuda sejajar, pada musik ke sekian, serta berakhir dalam posisi seperti apa di bagian lapangan yang luas tersebut. Persiapannya tidak lama, berkisar 2 (dua) jam saja.  Tapi rutin dilakukan 3 hari berturut-turut.

 

Walaupun penampilannya hanya beberapa menit saja, namun persiapan untuk itu telah dipersiapkan sekitar 2 minggu lebih, di mana dalam prosesnya ada saja yang dimarahi karena kesalahan, dihukum karena melanggar disiplin latihan, pada intinya digembleng secara serius demi pertunjukan yang maksimal. Begitulah setiap kali latihan, hingga dinyatakan siap untuk dibawa tampil dalam suatu event pertunjukan.

 

 

Seleksi Santri Peserta Silat yang Boleh Ikut Pertunjukan.

 

Peserta silat itu banyak, pada saat hingga kurang lebih 300-an peserta. Maka tidak bingung jika ingin mempersiapkan santri terpilih sebagai peserta silat jika hanya 100 orang, tergolong permintaan yang mudah direalisasikan dari segi jumlah, tapi dari segi penampilan, tetap harus dipersiapkan matang-matang dan serius.

 

Biasanya jika ada undangan seperti ini, grub pencak silat akan mendapatkan pengumuman itu dari pelatih silatnya,  sehingga mulai diumumkannya hal tersebut, maka mulailah proses seleksi diadakan secara intens, untuk mencari bibit unggul biasanya seleksi pertama dilihat dari absensi kehadiran peserta pada saat latihan.

 

Bagi santri yang konsisten datang Latihan tanpa bolong, tepat setelah sosialisasi undangan penampilan tersebut. Santri semakin semangat untuk latihan, tantangannya, sekali saja santri absent dalam latihan maka akan dicoret dalam seleksi peserta terpilih untuk penampilan membawa nama baik pencak silat pesantren. 

 

 

Pemanasan Anggota Tubuh Secara Menyeluruh. 

 

Hal ini dilakukan menghindari dari cidera yang terjadi selama proses latihan berlangsung, karena jika tidak, macamlah keadaan yang akan ditemukan di lapangan, biasanya akan timbul kendala akibat otot-otot terkejut, jika nekat langsung masuk sesi latihan tanpa pemanasan.

 

Pemanasan ini biasanya bermula dari merenggangkan otot leher, memutar-mutarkan kepala. Kemudian otot bahu, dengan gerakan bahu maju 8 kali dan mundur 8 kali, gerakan pinggang dan badan ke kanan dan ke kiri, peremajaan otot kaki, dengan mengangkat satu kaki, melipatnya ke depan, ke samping, ke belakang dan terakhir menendangkannya ke depan, begitu juga dengan kaki sebelah kiri. 

 

Setelah pemanasan anggota tubuh usai, barulah mulai dengan pemanasan seluruh anggota tubuh dengan lari di tempat, awalnya pelan, lama-lama kencang, dan kemudian dipercepat lalu melambat dan berhenti. 

 

Setelah itu, barulah lari mengelilingi lapangan. Awalnya lari kecil ringan, setelah ada 2 putaran, baru kecepatan lari ditambah dari yang pertama, begitu selanjutnya hingga santri yang latihan saling berkejaran mengikuti aba-aba pelatih.  Setelah terlihat capek, baru disuruh berhenti dan mengistirahatkan diri sejenak, sambil dipanggil satu persatu untuk ‘sprint’ (lari cepat), diadu perlima orang. Hal ini bertujuan melihat seberapa kegesitan, kelihaian dan kelincahan santri yang terpilih dalam setiap pergerakan.

 


Latihan Dengan Tambahan Bobot Kesulitan Setiap Setelah 3 Hari.


Dalam mempelajari jurus misalnya, bukan serta merta langsung diberikan gerakan jurus dan kemudian selesai. Akan tetapi dipastikan dulu gerakan awal itu cukup benar. Dari mulai posisi kuda-kuda silat, kuda-kuda sejajar, pukulan, tendangan, dan gerakan lainnya. Dipastikan semua gerakannya proporsional, sesuai dengan porsi latihan yang diharapkan, barulah kemudian memasuki sesi jurus yang perlahan diajarkan gerakan demi gerakan. Dengan penyampaian gerakan perpotong dan dipastikan setiap gerakannya ber'power' (bertenaga) dan presisi.

 

Setelah usai, barulah seluruh santri peserta silat diberikan jeda waktu sesaat untuk  meluruskan kaki, sambil mendengarkan arahan, nasehat dan kata-kata motivasi dari pelatihnya. Begitu lah setiap kali latihan demi dilalui demi sebuah penampilan yang hanya beberapa menit saja.

 

 

Motivasi Kekuatan Mental.

 

Dalam silat tidak hanya fisik yang dikuatkan, mental juga dikuatkan, bahkan itu lebih penting. Sebab keberanian santri dalam dunia silat modal pertama yang harus dimilikinya. Karena biasanya jika ada dalam satu dari anggota silat yang rusak, akan tampak jelas kurangnya dari sisi penampilan, dan jika dilihat dari podium akan lebih tampak lagi kejelekan gerakannya.


Sebab seringkali ditemukan beberapa fakta lapangan, ada dari peserta yang demam lapangan, ketika latihan oke, percaya diri dan berani, namun ketika tampil pada hari "H" acara, dengan ditonton banyak orang di tribun, tiba-tiba  mendadak  kurang keberaniannya, timbul rasa grogi, kikuk, dan menyebabkan lupa gerakan, dan tidak fokus, hal inilah yang diwanti-wanti sedari awal untuk menguatkan mental santri saat penampilan tiba. Maka dari itu nutrisi mental juga dipandang sangat perlu, untuk disuntikkan selama proses latihan berlangsung. Terkhusus pada sesi akhir  untuk meluruskan kaki sebelum agenda latihan ditutup oleh pelatih.

 

Saturday, July 8, 2023

Pengalaman Nyantri Unik: Seni Menyimpan Kunci Lemari Santri

Seni Menyimpan Kunci Lemari Santri

Ada fenomena unik nan lucu di kalangan santri, terutama santri baru, kebiasaan menyimpan kunci yang tak akan pernah terlupakan. Indah dikenang sendirian, terkadang juga merasa lucu sendiri saat diingat-ingat berulang-ulang. membantu para pembaca mengulang kenangan, membaca catatan ini barang sebentar. 

 

 

Pertama: Mengikat Kunci Dengan Tali ID Card dan Mengalungkannya.

 

Mengingat betapa pentingnya kunci lemari bagi santri, maka cara menyimpan yang aman dan mudah, menjadi bahan perbincangan di antara mereka. Satu fenomena yang paling banyak terjadi di kalangan santri baru ialah mengikat kuncinya dengan tali id card, selain itu ada juga yang memakai tali yang biasa digunakan untuk gantungan handphone, selain itu ada juga membuat tali sendiri dengan caranya, dengan bahan-bahan yang mereka miliki. Goalnya hanya satu,  dengan mengalungkannya seperti dasi, cukup untuk meyakinkan mereka bahwa si kunci akan aman terkendali.

 

Kedua: Mengikat Kunci di Mainan Kunci.

 

Mainan kunci diikatkan di kunci adalah hal biasa, tapi tidak bagi santri yang lebih selektif dalam memilah-milih kunci. Selalu yang menjadi favorit adalah mainan kunci yang ada cantolannya, baginya itu sangat berguna untuk dicantolkan diikat pinggang, dan ini bekerja sangat maksimal, menjadi mainan kunci paling terfavorit bagi mereka. 

 

Namun bagi santri lama biasa sudah malu menggunakan trik ini, dan beralih ke gantungan kunci yang tipis, ringan, berbahan plastik, agar bisa dibawa ke mana saja dan gampang bawanya di berbagai medan tempur santri, di kamar, di lapangan, di kamar mandi, di dapur, di masjid, di kelas, dan di berbagai aktifitas lain dari biasanya.


 

Ketiga: Menyimpan Kunci di Al-Qur’an yang Ada ‘Zipper’ (Ritsletingnya)

 

Ada seni menyimpan kunci di dalam al-Qur’an yang ada ritsletingnya. Terkhusus pada waktu shalat berjama’ah ke masjid. Karena bagi mereka sulit untuk membawanya dalam kantong, maka diselipkanlah kunci tadi di antara lembaran Qur’an. Karena biasanya di situ tempat aman untuk memastikan kuncinya tidak terjatuh atau hilang. 

 

Keempat: Menyimpan Kunci Di Bagian-Bagian Tersembunyi Dari Sisi Lemari.

 

Lemari memiliki 6 sisi umumnya, atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri. Satu dari sisi ini biasanya dijadikan tempat rahasia untuk menyimpan kunci lemarinya, agar tidak sulit-sulit membawanya, dan dipastikan tidak beresiko hilang, tapi kalau ketahuan oleh pengurus rayon, resikonya akan dimarahi dan dinasehati lama dan panjang lebar. Hal ini jarang dipraktekkan santri baru, biasanya yang selalu seperti ini anak lama (baca: santri lama).  

 

Gambaran penyimpanannya kadang lemari diangkat sedikit, lalu kunci diselipkan di bawah; kalau di atas terkadang diselipkan di antara bagian barang-barang yang diletakkan di atas lemari; kalau di sisi kanan atau kiri, biasanya disimpan di ember yang tertumpuk, dan terakhir kalau di belakang, terkadang santri membuat seperti kotak berukuran kecil seperti kotak pasta gigi, lalu ditempelkan di bagian belakang lemari, sehingga kunci yang mini tadi tinggal dimasukkan saja di sana. Lagi-lagi yang mempraktekkan ini biasanya santri lama. Santri baru belum paham cara seperti ini.

 


Kelima: Menyimpankan Kunci Dengan Teman.

Dalam berteman biasanya santri memiliki teman ‘bestie’nya sendiri-sendiri, saking percayanya semua apa isi lemari, pakaian, buku, ‘toam’ (makanan), dan peralatan lainnya mereka saling berbagi. 

 

Ini tidak banyak tapi ada, biasanya santri yang rada teledor dan pelupalah yang menyimpankan kuncinya pada teman kepercayaannya. Biasanya teman yang lebih rapi dan tertib darinya.

 


Keenam: Santri yang Tidak Memiliki Kunci.

Di atas tadi, kita membahas tentang penyimpanan kunci, tapi ini tidak berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kunci. Nah ini biasanya santri yang sudah tidak perduli urusan keamanan barang-barangnya, tidak perduli hilang atau tidak, prinsip hidupnya saling berbagi, kalau hilang beli lagi, kalau belum beli ya pinjam dengan teman kanan kiri, ada santri seperti ini? Iya ada saja, tapi tidak mendominasi, dan biasanya ini tipe santri yang uang jajannya di atas santri rata-rata. 

 

Tapi jangan takut santri seperti ini juga ‘mudabbir’ telah memiliki trik yang beribu lebih banyak untuk menyadarkan sifatnya yang tidak baik ini, dari mulai diingatkan baik-baik, dinasehati berkali-kali, lemari dikeluarkan dari kamar dan dipindahkan ke depan kamar, jika tidak mempan juga, lemari diturunkan di bawah dan diletakkan di lapangan, jika tidak bisa juga pengurus akan mengajukan namanya kepada keamanan santri untuk memindahkan santri tersebut ke rayon lain, karena sikapnya yang tidak mau diatur, biasanya pada tahapan ini dia pun insaf, takut kalau-kalau asrama baru tidak sebaik saat ini pengurusnya. Singkat cerita diapun insaf dan kembali ke jalan yang benar.

 

Demikianlah kehidupan bermasyarakat  santri, seperti mewakili master plan hidup di masyarakat, bedanya santri masih diingatkan dengan lapisan-lapisan penasehat.

 

Setiap kali santri salah dan bermasalah yang turun tangan untuk menasehatinya banyak. Dari mulai teman sendiri, teman sesama konsulat, ketua angkatan, wali kelas, wali konsulat, abangan kelas 6, pengurus di rayon, pengurus organisasi pusat dan sampai akhirnya pada berhenti di pengasuhan santri biasanya. Jika masih tidak mau dinasehati, maka tanggungjawab pendidikan akan dikembalikan kepada orang tuanya.

 

 

Kami yakin, setiap santri memiliki cerita khusus yang lebih lucu, unik dan menarik,  terkait hal ini. Saat teman-teman buka bicara tentang pengalaman, saat itu juga kran sedekah akan dibuka deras. Waallahua'alam.


Jika berkenan, bolehlah berbagi di kolom komentar ya,.. Pasti seru..

 

Terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini,… Semoga terhibur.

Subscribe Us

Dalam Feed

*PENGALAMAN NYANTRI*

*PENGALAMAN NYANTRI*
Pengalaman Nyantri Menghadirkan Ruang Refleksi Kehidupan, Ketenangan, dan Pemikiran Dari Sudut Pandang Santri Akademisi.