Iklan Multipleks Baru

KETELADANAN KYAI SANTRI

"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan. [KH. Ahmad Sahal]

WAJAH PENDIDIKAN PESANTREN

"Prioritas pendidikan pesantren adalah menciptakan mentalitas santri dan santriwati yang berkarakter kokoh. Dasarnya adalah iman, falsafah hidup dan nilai-nilai kepesantrenan. "

PENGALAMAN UNIK DAN LUCU

"Pekerjaan itu kalau dicari banyak, kalau dikerjakan berkurang, kalau hanya difikirkan tidak akan habis. [KH. Imam Zarkasyi] "

CATATAN PINGGIR

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, da ntidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan (yang dijunjung tinggi) dan tidak ada keutamaan kecuali dengan al-Qur'an dan al-Hadits (agama) dan tidak ada agama kecuali dengan dakwah serta tabligh. [KH. Zainuddin Fananie dalam kitab Senjata Penganjur] "

FALSAFAH DAN MOTTO PESANTREN

"Tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. [Trimurti] "

NASEHAT, KEBIJAKSANAAN DAN REFLEKSI

"Hikmah ialah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah. (HR at-Tirmidzi). "

BERARTI DAN BERKESAN

"Pondok perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi). "

Thursday, January 6, 2022

Merantau Ke Deli; Hamka (Part 1)

 Judul Buku      : Merantau Ke Deli

Penulis              : Prof. Dr. HAMKA

Penerbit              : Pustaka Panjimas

Cetakan              : Ke-VIII, Jakarta, 1982

Tebal                   : 157 hlm; 12,5 cm x 18 cm

Resensator         : Irwan Haryono S., S.Fil.I

  

**

Sebelum membaca buku ini, mendadak hati bergemuruh ingin rasanya mengetahui bagaimana sastranya sang ulama yang intelek? Bagaimana beliau membintangi tokoh? Bagaimana menjadikan karya sastra menjadi dakwah? Dan banyak berkelebat tanya untuk benar-benar melanjutkan semanga bisa menghatamkan buku ini, hingga akhirnya tertulislah catatan singkat ini, semoga pembaca menyukainya, marilah kita nikmati sajian “Merantau Ke Deli”

 

Ku awali bacaanku membuka satu judul “Pertemuan” dari judul singkat ini saja terjawab semua pertanyaanku di atas, setelah ini tidak ada tanya ku lagi selain menikmati alur cerita yang sangat epic, luar biasa. 

 

Bagiku, novel itu unik, ada kisah hidup yang dapat diambil hikmahnya, dalam penyajiannya novel juga memiliki ciri khas khusus, sebab dengan alasan itulah novel itu dibaca. Novel harus memiliki nilai-nilai kehidupan, syukur-syukur dakwah, dengan begitu ada banyak pembaca yang tercerahkan. “Bukankah membaca sastra dan seni dapat melembutkan hati?” Begitu salah satu ungkapan Kang Abik penulis novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta yang masih kuingat jelas, dalam salah satu novel yang ditulisnya.

 

“Merantau Ke Deli” adalah satu di antara karangan Buya Hamka, sebelum Perang Dunia kedua yang dimuat berturut dalam majalah “Pedoman Masyarakat” sebagai roman-romannya yang lain. Dimuat sejak pertengahan tahun 1939 sampai permulaan tahun 1940, dan dibukukan serta diterbitkan oleh Penerbit Cerdas Medan di tahun 1941.

 

“Merantau Ke Deli” memiliki 16 sub judul selain pendahuluan. Pertama berjudul: Malam Gajian, kedua dan seterusnya akan ditulis berurutan, Pertemuan; Nikah; Hakikat Rumahtangga; Keberuntungan; Pulang; Angin Berkisar; Surat dari Kampung; Perkawinan; Dua Kapal Satu Nakhoda; Pecah; Menurut Adat Lembaga; Tegak Lagi; Memenuhi Cita-cita; Pertemuan dan Perpisahan; dan terakhir adalah Penutup. Masing-masing memiliki karakter kuat dalam ceritanya. Dari kesemuaan judul diatas, beberapa membuatku terusik, tak sabar ingin membacanya, khusus pada judul yang di Bold di atas, tepatnya pada halaman 9, 17, 24, 65, 102, 130, 147. Mari kita berselancar J

 

Alkisah awal dibuka dengan cerita tentang kehidupan kuli-kuli kontrak di kebun, banyak fenomena yang terjadi disana, sampai pada suatu ketika seorang pemuda melamar seorang gadis di salah satu desa di Ponorogo, setelah bujuk rayuannya, serta janji akan membawanya merantau ke Deli membuatnya ridho dan kedua orangnya juga merasa yakin dengan uang yang diberikan pemuda tersebut kepada mereka menandakan dia adalah orang yang baik dan mampu lagi berkecukupan, namun apa nasib yang kurang mujur atau memang nasib malang wanita yang baik-baik tersebut dibawa pergi merantau, namun sebelum sampai di Deli, baru tiba di Tanjung Priok barulah ia sadar bahwa suaminya bukan orang baik-baik, setelah ia dimasukkan kedalam Gudang, ketika akan diangkut dengan kapal, suaminya tidak kelihatan lagi. Begini petikan isi lanjutanyaan:

 

“Tidaklah rupanya dia bekerja menjadi kuli di dalam kebun ini. Maka sejak meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok, terlepaslah saya dari segala penjagaan, macam-macamlah ancaman hidup yang menipa diri saya, selalu saya di dalam bahaya, banyak kuli-kuli itu yang hendak mempermainkan saya. Pernah sekali saya bersuami, seorang kuli bernama Warjo yang menipu saya, demi setelah bertemu olehnya perempuan yang lebih cantik, saya pun dibuangnya. Ada orang yang mengajak saya jadi ronggeng, ada yang mengajak saya jadi babu. Itulah sebabnya saya sudi saja dipungut menjadi istri piaraan oleh mandor besar ini.”

 

 Wanita itu bernama Poniem, seorang gadis desa yang tak tahu menahu dunia luar, terpaksa terlantar jauh dari kampung halaman, dan terpaksa dewasa dengan kepahitan yang dijalaninya, hingga merasa nyaman menjadi wanita simpanan kesekian dari seorang mandor, tidak ada kata ideal tentang kehidupan, saat ini yang dia butuhkan adalah hidup yang aman, terjaga, dan dihargai sebagaimana seorang manusia semestinya, sampai pada suatu ketika, ada seorang pria Leman namanya, berusaha memintanya untuk ikut menikah dengannya, mengarungi kehidupan baru dengannya, melepaskan diri dari jeratan kehidupan di perkebunan, seraya menjalani hidup yang sebenarnya dan sehat menurut tuntutan dan tuntunan agama.

 

Leman seorang beradat dari kota minang, terpaku dengan seorang Poniem, seorang wanita dari Jawa, dengan tulus Leman membuka bicara “Kau jangan terlalu menghina diri Poniem, semua makhluk bernyawa di dunia ini, sama pada sisi Allah!

 

“Bagaimana Abang begitu lekas mempercayai saya, dan terburu-buru mengajak saya menikah, padahal belum Abang kenal betul perangai dan kelakuan saya?” tanya poniem pada Leman.

 

“Itu adalah ilham Tuhan, Poniem! Berkali-kali saya datang ke kebun, banyak kuli-kuli kontrak yang saya lawan bersenda gurau, bahkan ada Nyai tuan kebun sendiri. Tetapi kau Poniem, terus tersisih dan terbeda dari mereka. Dalam dirimu rupanya terdapat darah Budiman, meskipun di mana engkau tinggal!”

 

Poniem termenung mendengar pujian itu!

 

“Bagaimana Poniem?” Tanya Leman mendesak.

“Berilah saya berfikir dahulu tiga hari pula, tanggal dua puluh dua sore, kita bertemu pula di sini.”

 

Merekapun berpisahlah.

 

**

# lumayan panjang catatanku untuk novel bagus ini… Kiranya kita sambung di part 2, sebagai lanjutan cerita, semoga teman-teman masih setia untuk membacanya. Silahkan click di sini

 

Kamis, 6 Januari 2022

Medan, Sumut, Indonesia

Wednesday, January 5, 2022

Akhlaqul Karimah: Prof. Dr. Hamka

  

“

Mengapa kita mengambil muka kepada manusia, padahal mereka pun budak seperti kita adanya. Mereka pun lemah tak berdaya, tak dapat menolong dirinya sendiri, jangankan menolong orang lain. Mengapa kita tidak sadar akan kekuasaan khalik, padahal di tangan-Nya ada hukum hidup dan hukum mati.

Prof. Dr. Hamka

“

 

Untaian kata indah, bernas, memiliki ruh tersendiri untuk menyadarkan umat, bahwa sepenuhnya harapan, do’a, permohonan adalah kepada Allah swt, tidak boleh menghamba pada manusia, tidak boleh mencari-cari muka di depan manusia, apalagi menganggap manusia adalah segala-galanya. Tidak, luruskan pemahamanmu… Pulihkan kembali imanmu, Mari bersama beristighfar. Astaghfirullahal’aziim..

 

“Perbaikilah akhlakmu.” حسنوا أخلاقكم


Satu pesan Rasul kepada umatnya, untuk senantiasa memperbaharui akhlaknya guna menjadikannya makhluk Allah yang terpuji di dunia dan akhirat.

 

Untuk penjelasan buku ini, lebih lengkapnya pernah saya tuliskan di laman website yang berbeda, jika berkenan dan ingin membaca ulasan singkat buku ini, teman-teman bisa membacanya di link berikut ini:https://stit-rh.ac.id/2018/03/20/karakter-bangsa-terbaik-menurut-hamka/

 

Sedangkan pada tulisan kali ini, penulis mencoba mengutip petikan pesan Buya Hamka pada halaman 53-55, beliau mengingatkan, bahwa tahapan awal untuk menjaga diri dari akhlak tercela, adalah dengan menjahui sifat, dan perilaku kaum munafik. Dengan menjahuinya semoga jalan menuju akhlaqul Karimah semakin lapang.

 

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَرَغْمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَاأُؤْتُمِنَ خَانَ

 

“Tiga perkara, barangsiapa yang terdapat pada dirinya tiga perkara, maka ia terhitung seorang munafik meskipun dia puasa, meskipun dia shalat, meskipun dia mengaku seorang Muslim. Apabila bertutur, berdusta; apabila berjanji, mungkir; apabila dipercaya, khianat.” (HR. Abu Ya’la)

 

Seorang penyair Arab membuat pepatah yang harus dipegang supaya diri kita tidak dikatakan munafik, yaitu:

 

لَا تَقُوْلَنَّ إِذَا مَا لَمْ تُرِدْ # أَنْ تُتِمَّ الوَعْدَ فِيْ شَيْءٍ نَعَمَ

“Janganlah engkau katakan ya, dalam suatu perkara jika engkau tidak menyempurnakan janjimu.”

 

Dalam sebuah kisah rasul juga diabadikan berjuta nilai, ada keteladanan disitu, ada ketulusan, ada sosok tepat janji, dan banyak nilai tersirat yang kiranya bisa memberikan sedikit pencerahan. 


Berkata Abdullah bin Abi Khansa r.a. bahwasanya dia pernah membuat perjanjian dengan Nabi Muhammad saw. Ketika beliau belum diutus Allah swt menjadi rasul. Ada satu perkara yang masih belum diselesaikan, maka berjanjilah dia dengan Nabi saw. Untuk bertemu di suatu tempat keesokan harinya. Kemudian Abdullah r.a. lupa pada janjinya di hari pertama dan lupa pula hari yang kedua. Pada hari ketiga, barulah dia teringat. Segera dia datang ke tempat perjanjian itu. Didapatinya Nabi saw, berada di sana. Setelah bertemu, berkatalah Nabi saw, kepadanya, “Hai orang muda, engkau telah menyakitiku demikian rupa, saya telah menunggu kedatanganmu sejak tiga hari yang lalu.”

 

Demikianlah kisah teladan Rasul menunjukkan betapa mulianya akhlaknya, semoga sebagai umatnya, kita dapat mengikutinya, Aamiin, Ya Rabbal’aalamiin. Semoga dengan mengikuti beliau, bershalawat dan berdo'a setelah adzan menjadi alasan mendapatkan syafaat beliau di hari akhir kelak, aamiin.

Tuesday, January 4, 2022

Merangkak Memahami Filsafat Dari Sini


Ada hal yang unik ketika terjun ke dalam satu bidang. Awal mula terasa takut dan ragu akan kemampuan diri, namun pada akhirnya merasa menikmati dan selalu merasa kurang, lalu kurang, dan lagi-lagi kurang. Sedikit belajar, ada hal baru timbul; sedikit membaca, ada informasi baru terekam, sedikit berdikusi banyak cabang ilmu bermunculan, sehingga pada intinya tidak ada habisnya jika mencoba mendalami bidang apapun itu. Maka mulailah sejak saat ini, jangan menunda lagi!

 

Semakin belajar, semakin bertambah pengetahuan. Semakin membaca, semakin luas cara pandang. Seandainya seluruh pohon di muka bumi ini, dijadikan pena, dan lautan adalah tintanya, niscaya semuanya tidak akan cukup untuk menuliskan keagungan Allah atas segala ilmu yang diciptakannya. Begitulah Qur’an menggambarkan betapa tak terhingganya, ilmu Allah Azza Wajalla.

 

Berawal dari ilmu yang tak terbatas, ingin rasanya menelisik lebih dalam tentang ilmu, apa sih ilmu itu? Apa saja alat-alat yang perlu dipersiapkan untuk mempelajarinya? Landasan pemikiran seperti apa yang seharusnya dijadikan patokan sebagai pisau analisisnya? Dan sosok seperti apa yang hendaknya dijadikan panutan (guru) untuk mempelajarinya? Termasuk bacaan seperti apa sajakah yang harus dibaca sebagai konsumsi nutrisi akal pikiran untuk memperdalami ilmu? Sebab jika salah mengkonsumsi akan salah juga hasil yang akan dikeluarkan. Kiranya kita sepakat dengan ungkapan, apa yang dipikirkan termanifestasi melalui ucapan, sedangkan ucapan seseorang akan menunjukkan siapa dia sebenarnya, sebab manusia tidak akan jauh dari lisannya, dan pikirannya. Keduanya terkait erat. Maka berhati-hatilah. J

 

Setelah lama mencari, ternyata untuk memahami segalanya, dibutuhkan pengertian yang mengartikannya secara kata dan bahasa, dan yang lebih dalam lagi adalah apa dasar inti keilmuannya, apa ‘main core’-nya, apa intinya, itulah yang sering disebut-sebut orang apa filosofinya? Apa filosofi di balik ini semua? Yah, begitulah kira-kira. Nah untuk itu menarik jika kita mulai dari sini nampaknya. J

 

Kita coba artikan arti Filsafat ya, merupakan asli kata yang dalam bahasa Inggris disebut  philosophy; sedang dalam bahasa Yunani: philosophia, artinya: Cinta akan kebijaksanaan; philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan Sophos (kebijaksanaan, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman praktis, inteligensi).” 

 

Filsafat dalam arti menurut para pakar filsafat yang dinamai akrab dengan panggilan ‘filsuf’ 

adalah sebuah upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar serta nyata. Menurut Al Kindi adalah pengetahuan tentang kebenaran dan ilmu untuk menjelankan kebenaran tersebut.

 

Untuk lebih memahami kata-kata diatas, ada beberapa langkah-langkah dalam kajian filsafat yang dijadikan sebagai tahapan untuk memahaminya. Disebutkan dalam banyak literatur, pembagian filsafat umumnya diklasifikasikan kedalam tiga cabang besar yaitu: Metafisika, Epistemologi, dan aksiologi. Dengan perincian. Metafisika: Teologi, Kosmologi, Antropologi. Epistemologi: logika, filsafat, ilmu. Dan Aksologi: Etika dan Estetika. To be continue…

 

Kiranya sampai disini dulu catatan hari ini ya kawan, nanti akan kita lanjutkan untuk mengurai apa yang dimaksudkan dengan istilah-istilah di atas, diupayakan untuk mengartikannya dalam bahasa sehari-hari, agar aplikasinya menjadi membumi tidak melangit, atau mengangkasa sampai bertemu dengan bintang-bintang dan satelit, hehehe…. Di upayakan lo ya,… J

 

Oh ya terima kasih banyak buat yang telah bersedia untuk membaca blog ini, semoga bermanfaat, semoga juga pembaca terus rajin dan rajin membaca… dan betapa mulianya jika kawan semua bisa menularkan hobi baca ini pada saudara lainnya,.. Sekali lagi terima Kasih. Semoga aktivitasnya penuh berkah. Jazakumullah khoir

 

 

Monday, January 3, 2022

Waktu Seperti Pedang, Tidak Lihai Memakainya; Bisa Jadi kamu korbannya

 


Ada pribahasa mengatakan, jika kamu tidak bisa mengatur dirimu, kelak kamulah yang akan diatur, kalau kamu tidak mampu menyibukkan dirimu dalam kebaikan, maka keburukanlah yang akan mendominasi hari-harimu, jika kamu tidak memanfaatkan waktu, maka waktulah yang akan menebasmu dan menggilasmu, pada intinya jika tidak mampu mengatur sesuatu, maka kamulah yang akan di atur, maka sebelum diatur, aturlah terlebih dahulu waktu dan pekerjaanmu.

 

Kajian tentang waktu, adalah kajian banyak yang selalu diungkapkan oleh hampir semua tulisan, di dalam banyak literasi, bahkan berjilid-jilid buku terlah terbit untuk membahasnya, satu hal yang ingin kami sampaikan dalam tulisan ringkas ini, bahwa mengkajinya tidak usah ribet, sulit atau sistematis, dengan sekian tips-tipsnya tidak, tidak usah. Cukup laksanakan rencana baikmu hari ini, sudah selesai.

 

Ilustrasi sederhananya, kamu memiliki target wisuda tahun ini, di bulan  Maret 2022, sedang proses yang sudah kamu jalani adalah acc di judul tugas akhir, kamu perlu mempersiapkan semester pendek untuk mata kuliahmu yang nilainya jelek, kamu perlu mempersiapkan materi untuk kompremu, kamu harus menyelesaikan penelitianmu, sehingga tugas akhirmu selesai, hingga akhirnya sidang, dituntut harus selesai di bulan tiga, sebab deadlinenya adalah bulan enam, jika tidak selesai, maka kamu akan di drop out dari kampus, karena sudah berada dipenghujung masa tenggang sebabagai mahasiswa semester dewa. Untuk kasus ini apakah kita harus mencari tips sana sini untuk menyelesaikan urusan di atas, tidak. Jawaban kami. Cukup melakukan langkah kecil bertahap untuk ke arah itu setiap detiknya, maka tujuan adalah keniscayaan, biarkan waktu bersahabat dengan langkah saat ia berjalan menyusuri jalanan yang tepat. 

 

Untuk menjelani ini, tak jarang ada rasa takut, ragu, bingung, gelisah, itu adalah efek samping keterlambatan dan itu manusiawi, tidak mesti berlebihan dalam penyesalan, cukup hadapi dengan pola pikir positif, lamban laun semua akan selesai tepat pada waktunya. Untuk itu, satu hal yang pasti dan harus dijalani adalah sadar bahwa waktu terbatas maka aturlah sebaik mungkin, sadar bahwa dalam urusanmu terdapat hubungan ke orang lain, maka tidak bisa sesuka hatimu, mesti ada aturan yang harus dijalani, dan terakhir sadarlah penundaan bukanlah kelapangan, tapi merupakan ujian, jika berhasil melewatinya benar-benar lapanglah hidupmu, namun jika gagal, dunia yang lebar inipun terasa sangat sempit sekali. Usikum wa iyya ya nafsi. Wallahu a’alam. Wallahu musta’aan. 

 

Sunday, January 2, 2022

Sambut 2022 Dengan 5 Kebutuhan Dasar Kemajuan Umat

Menyambut 2022 ada banyak hal yang harus kamu evaluasi, di saat bersamaan, harus juga sadar, jangan terlalu lama, sebab terlalu lama mengevaluasi diri sama saja terlalu lama memikirkan hal yang telah berlalu, sementara waktu saat ini bergerak maju begitu cepatnya. Seyogyanya memikirkan evaluasi masa lalu tidak lebih lama dari memikirkan masa depan, dan memikirkan masa depan tidak lebih lama dari mewujudkan masa depan, untuk mewujudkannya silahkan gunakan pikiran cerdas, bekerja tuntas, untuk hasil spadan dengan evaluasi yang telah dipikirkan sebelumnya. 

Katakan saat ini kamu memiliki visi-misi, sebut saja untuk 2022 ini kamu memiliki impian, dan finalnya bukan pada proses, adalah hasil yang kamu berikan. Apakah itu kemajuan yang kamu berikan, ataukah masih sekedar konsep dan ide yang kamu tawaran tetap kamu harus memperjuangkannya hingga pada titik darah penghabisan, perjuangkan impianmu hingga terbukti itu bukan bualan. Jika kamu pernah berhasil pada satu titik, kamu juga bisa berhasil pada titik berikutnya. Dengan syarat kamu masih yakin. Jika hilang yakinmu, maka hentikan bacaanmu hingga titik ini, jangan dilanjutkan!

 

Sedikitnya ada 5 hal yang kamu mesti ingat-ingat berulang kali, guna mengukuhkan kembali kedudukanmu sebagai makhluk unik dan special, hal ini hadir sebagai konsep dan aturan penting untuk kebutuhanmu. Ialah: Dedikasi, komitmen, konsisten, disiplin dan integritas. 


Agar satu bahasa, agar fokus penjelasan tidak bias, kami ambil arti 5 kata di atas dari KBBI online, pada link ini: https://www.kbbi.web.id/  Berikut penjelasannya:

 

 

 

IMPIANMU MEMBUTUHKAN INI AGAR MENJADI REAL

 

[DEDIKASI – KOMITMEN – KONSISTEN – DISIPLIN-INTEGRITAS]

 

 

1. DEDIKASI: 

Dedikasi/de·di·ka·si/ /dédikasi/ n pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian: untuk melaksanakan cita-cita yang luhur diperlukan keyakinan dan --;

 

2. KOMITMEN:

Komitmen/ko·mit·men/ n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak: perkumpulan mahasiswa seharusnya mempunyai -- terhadap perjuangan reformasi

 

3. KONSISTEN:

Konsisten/kon·sis·ten/ /konsistén/ a 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya -- dengan ucapan

 

4. DISIPLIN:

Disiplin/di·sip·lin/ n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya); 2 ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya); 3 bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;

 

5. INTEGRITAS:

Integritas/in·teg·ri·tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran;

 

Setelah mengetahui ini, selanjutnya silahkan ditafsirkan sendiri, dan silahkan dimasukkan sendiri dalam skema belajar yang kamu punya. Sebab poin di atas adalah kunci yang hanya bisa membuka pintu jika kamu gunakan dengan segera, ulet dan bersungguh-sungguh, jika tidak maka dia tidak berarti apa-apa.

 

Tuk sekedar tambahan inspirasi, mungkin bisa kunjungi podcast ini, sedikit banyak inpirasi tulisan ini, karena dua pria cerdas dan sehat ini :) 


 

Namun menurutku, ku artikan secara bebas, pada 2022 ini perlu ada keberanian baru yang mengubah arah ke arah yang lebih baik, lebih kompetitif, dan lebih atraktif. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan sosok orang yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, untuk sebuah tujuan; dengan penuh tekat janji pada diri sendiri, konsisten terhadap putusan dan tujuan yang telah dibuat dan tidak berubah-ubah. Mewujudkannya dengan penuh disiplin diri tanpa pantang menyerah, jika keempat hal ini berhasil dikumpulkan dalam diri seseorang, dengan serta merta otomatis akan muncul pancaran kewibawaan, kejujuran, mutu dan sifat yang saling menguatkan, itulah yang disebut integritas.

 

Sampai disini ku kira, kawan mesti membaca ulang 5 poin di atas, setelah paham, maka lakukanlah, disini sengaja tidak ku tuliskan contoh orangnya, dengan harapan, kawan bisa menemukan hal ini pada diri orang sukses yang kawan kenal, ku katakan pasti ada di dalam diri mereka. Minimal satu, maksimal semua bahkan lebih.

 

Jika berkenan memberikan cerita tambahan, silahkan komen di komentar ya . 

 

 

Ahad, 2 Januari 2022

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Saturday, January 1, 2022

Setiap Keputusan Memiliki "Hikmah" Jangan Pernah Menyesalinya

  

Dalam mengambil putusan, jangan pernah lupa mempertimbangkan 2 sisi yang tak terpisahkan, pertama adalah pertimbangkan ‘maslahah’nya. Kedua pertimbangkan ‘mudhorat’nya, mana yang lebih besar manfaatnya, lebih besar kebaikannya bagi orang banyak, itulah keputusan yang paling cocok untuk diambil, maka setelah mengambil keputusan jangan merasa ragu dan bimbang, sebab pada saat itu, pada saat putusan itu kamu ambil, pada saat bersamaan kamu telah menunjukkan kebijaksanaanmu, sekalipun ada rasa sedikit sesal dari apa yang kamu lakukan, tapi percayalah, bahwa itulah bunga-bunga perjalanan agar membuat perjalananmu Indah di kemudian hari.

 

Mengingat penyesalan, sebenarnya kapan sih penyesalan itu timbul?

Menurutku, penyesalan timbul mana kala rasa logika mulai terkalahkan dengan perasaan, di saat mengambil keputusan logika berperan penting untuk menganalisis permasalahan, mempertimbangkan ‘maslahah’ dan ‘mudhorat’, sehingga di saat yang sama perasaan terhalangi untuk memberikan opsi pendapatnya, namun pada saat logika sudah ‘take action’, take decision, telah menganggap usai satu persoalan; perlahan perasaan mengutarakan pertimbangan dari perspektifnya, dengan lembut dia utarakan, dengan santun dia paparkan, dengan penuh hikmat logika mendengarkan, sampai di sini logika paham, bahwa ada sesuatu yang mungkin baginya benar, bagi perasaan adalah salah, baginya adalah terbaik, bagi perasaan tidak, keputusan yang benar adalah seharusnya logika mempertimbangkan sisi logis dan sisi rasa, tidak mesti berbanding sama, bisa 70% logika, dan sisa 30% nya untuk rasa, hasilnya itulah putusan bijaksana. 

 

Soal putusan yang diambil dengan pertimbangan logika dan rasa, adalah putusan bijaksana, timbul persoalan baru, maka pertanyaannya apakah setelah itu masih ada penyesalan? Atau lenyap sama sekali?

 

Kembali lagi kucoba menjawabnya, tentu saja tetap ada, ada masa manusia harus memilih, ada waktu di saat kita harus mengambil putusan, mungkin berat, tapi itulah dia hakikat kehidupan, jika ingin terbebas dari rasa bersalah yang berlebihan, ucapkanlah ‘Bismillah’ karena sadar atau tidak sadar setiap kali hirupan nafas kau hirup, setiap itu juga takdir Tuhan berlaku untukmu. Begitu kira-kira pesan Jalaluddin Rumi.

 

Sampai di sini apakah masih ada penyesalan?

Sampai di sini apakah masih ada waktu untuk memperbaiki penyesalan?

Sampai di sini apakah yang menyesal sudah bangkit dari rasa bersalahnya?

Atau yang mengetahui seseorang menyesal karena berbuat salah dengannya sudah memafkannya sejak awal? 

Atau malah penyesalan itu sudah dianggap keputusan paling bijak oleh objek yang terimbas keputusan?

 

Apapun itu, penyesalan selalu ada di belakang, maka bangkitlah sebisamu, terlalu melawan, rasanya sakit luar biasa, kamu tidak tahan. Terlalu bertahan dengan penyesalan, dalam waktu panjang, kamu tersiksa, lama kelamaan juga kamu tidak tahan, jalan bijaknya, rasakan penyesalan itu, nikmati penyesalan itu, sadar betul terhadap penyesalan itu, kedepannya, ia tidak lagi penyesalan, tapi kebanggaan, kepuasan, bersahabatlah dengan semua itu, kamu mampu. Pada akhinya ketika semua ini mampu kamu selaraskan, mampu kamu lewati dengan baik alurnya maka tunggulah.. Hikmah akan muncul menjadi sebuah rasa lega, lapang, dan penuh suka cita, satu persoalan dalam perubahan fase kehidupanmu berhasil kamu lewati dengan baik.

.

.

Selamat menjalani fase berikutnya..

 

See You 2021 and Welcome 2022.

Sabtu, 1 Januari 2021

Friday, December 31, 2021

Refleksi 2021 (Jika Yakin! Lakukan Jangan Berhenti)


 

Dipenghujung tahun ini adalah waktu menggantung yang sangat sayang tidak bisa diselesaikan secara matang. Pengalaman menarik yang kurasakan berkecamuk di tiga hal inti. Pertama seputar keyakinan, fokus dan mengerjakan dengan penuh keraguan, hasilnya adalah kekecewaan, tidak sampai tujuan.

 

Refleksi yang sangat berarti, bagiku pribadi. Jika kamu yakin, maka kerjakan atas dasar keyakinanmu, sebab keyakinanmu itu melebihi kata mustahil dari orang lain, kamu yakin, kamu yang menjalani, maka keyakinanmu akan berbuah seperti  sekuat apa kamu menjalaninya. Jadikan apa yang kamu yakini sebagai bukti kamu adalah sosok yang berhak berkeyakinan, dan berhak merubahnya menjadi sebuah pekerjaan hingga titik penghabisan.

 

Jika telah yakin dirimu, fokuslah, tidak usah hiraukan cuitan burung diluar sana, sebab, indahpun cuitannya tetap saja itu akan menganggu fokusmu, jika hanya satu fokus yang dapat kamu prioritaskan, maka dahulukan dulu yang itu, yaitu berfokuslah pada tujuan, tuk sesaat hilangkan semua yang ada di sekitar, dan tuk waktu yang lebih panjang kamu terbit dengan diri yang berbeda, kamu tampil dengan penuh percaya diri, karena satu pekerjaan selesai dengan tuntas. 

 

Tidak ada keyakinan yang berhasil, tidak ada fokus yang tuntas kecuali keduanya dikerjakan dengan penuh kepercayaan akan kekuatan diri. Apa yang kamu yakini lakukanlah dengan penuh kefokuskan, kamu berharga dengan sedikit hal yang kamu miliki, kamu special dengan segala kekuranganmu. Maka jangan berpaling saat mengejar mimpi, jika telah ada target yang dituju, maka kejarlah target itu jangan pernah hilang target. 

 

Setelah keyakinan, fokus dan proses pengerjaanmu berjalan,.. Selipkan tawalkkan sedikit demi sedikit, jadikan itu cadangan energi… Sehingga sedikit ditambah bertambah kecepatan, sedikit ditambah bertambah kecepakatan, pada akhirnya kamu akan sampai. Syaratanya hanya tiga, percaya pada dirimu sendiri, fokus, kerjakan tanpa ragu. Itu adalah pengalaman pahitmu, jangan pernah diulangi kembali. Harus berani, harus nekat, harus siap bertaruh, sebab hidup ini dimenangkan hanya bagi mereka yang berani bertaruh.

 

 

31 Desember 2021

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Wednesday, December 15, 2021

Belajar Mental Entrepreneur Ala Pak. Hermanto Tanoko: “Crazy Rich Surabaya”


Sedang berselancar di youtube, tiba-tiba muncul sebuah video dari pak Helmy Yahya berjudul Belajar Ilmu Kaya Dari "Crazy Rich Surabaya" karena ini adalah wawancara dari seorang berkualitas, besar keyakinan bahwa yang diwawancarai pasti juga orang-orang berkualitas, memiliki value yang bisa dibagikan untuk seluruh viewer, sebagai penyimak dengan cermat kudengarkan wawancaranya dari awal hingga akhir, benar-benar diskusi hangat, menginpirasi dan juga membangkitkan motivasi bekerja. 

Buat kawan-kawan, boleh kunjungi link ini: https://www.youtube.com/watch?v=lYJpRljAQPA

Bertahanlah 10 menit pertama, jika ini tidak berarti bagi Anda, silahkan di skip dan tinggalkan, namun jika bermanfaat, semoga saya juga mendapatkan pahala atas ilmu yang Anda dapatkan usai melihat video ini.

Sangat disayangkan melihat tayangan ini jika tidak diikat dengan catatan, dengan segala keterbatasan dari satu jam wawancara tersebut, hanya beberapa yang bisa ditulis disini, beberapa petikan langsung dari ucapan beliau, diketik ulang sebagai remainder pribadi, dan mudah-mudahan juga bisa menginpirasi yang lainnya:

  • ·      💫Setiap melakukan sebuah usaha, coba pikirkan apasih yang bisa memberi manfaat, memberi benefit kepada orang lain, kalau You selalu pikirkan hal itu, akhirnya kita akan mempunyai diferensiasi-diferensiasi yang berbeda, plus itu sangat bermanfaat ya tentunya, cuma tunggu waktu aja untuk menjadi sukses. You konsisten nggak untuk menjalankan itu, kan sesuatu itu membutuhkan keuletan kan ya? Ndak bisa You kerja sekarang besok langsung sudah sukses, atau sebulan lagi sukses atau setahun, kan nggak bisa, faktornya kan banyak.
  •     💫Memiliki mimpi yang besar, belum apa-apa udah give up, kan nggak bisa ya. Mimpi besar harus dibarengi dengan usaha dan keuletan yang lebih besar lagi, dan berkomitmenlah untuk bisa menjadi nomer 1. Terkhusus kalau ingin masuk ke dalam dunia bisnis masuklah dan bercita-citalah untuk masuk top 1 atau mentoknya top 2.
  •    💫Bisnis itu tidak melulu tentang uang, sebab jika uang menjadi patokan, akan mendapatkannya dengan menghalalkan segala cara, sementara dalam dunia ini ada berbagai macam hal yang harus dipersiapkan, dipikirkan dan dirawat, untuk itu pikirkan juga terhadap ukhrawinya, pikirkan juga faktor langitnya, ada zat yang mahakuasa yang menginginkan kita baik dalam proses dunia, agar akhiratnya juga melimpah ruah, beruntung.
  •       💫Hobi bapak apa? Hobi saya KERJA.
  •     💫Terbukalah untuk berinvestasi saham, karena perekonomian Indonesia akan terus bangkit. Pilihlah perusahaan yang secara fundamental bagus, karakter bagus, growthnya bagus, jenis usahanya bagus, nah kalau syarat ini sudah dipenuhi. You tinggal invest saja.
  •      💫Dalam membangun perusahaan, bagunlah perusahaan yang bermanfaat untuk orang lain. Dan kalau untuk produk, buatlah produk-produk Indonesia yang bisa membanggakan dari kita semua, akhirnya bisa menjadi produk global yang bisa bersaing dengan asing.
  •     💫Komitmenlah untuk pekerjaan Anda dan Jangan masuk dalam bisnis yang Anda tidak paham dengan baik, kecuali Anda siap belajar sungguh-sungguh detail-setailnya, bekerja ulet, giat tanpa ada pensiun dan siap untuk menghadapi seluruh tantangan yang ada di depan.

Medan, Rabu, 15 Desember 2021

Subscribe Us

Dalam Feed

*PENGALAMAN NYANTRI*

*PENGALAMAN NYANTRI*
Pengalaman Nyantri Menghadirkan Ruang Refleksi Kehidupan, Ketenangan, dan Pemikiran Dari Sudut Pandang Santri Akademisi.