Senin, 24 Januari 2022

Pendidikan Adalah Mantra Masa Depan

Banyak kasus dikatakan bahwa pendidikan adalah politik tertinggi dalam suatu negara, selain itu pendidikan juga dibeberapa tempat menjadi faktor pembeda  dalam proses pengklasifikasian masyrakat, antara masyarakat terdidik dan terlatih. Di mana masyarakat terdidik lebih tinggi derajatnya dari pada terlatih, sebab pola pendidikan menggunakan akal dan rasa untuk membentuknya sedangkan terlatih lebih mendominasi tenaga dan kekuatan untuk membiasakannya. Selain itu juga, banyak kasus di lapangan orang berpendidikan dianggap lebih siap dan mampu diterjunkan ke lahan perjuangan dari pada orang yang sama sekali tidak ada pendidikannya. Namun tidak mesti demikian sebenarnya yang terjadi di lapangan, terkadang kebalikannya juga malah yang terjadi. Namun pada intinya pendidikan saat ini menjadi tolak ukur akan keberlangsungan kemajuan atau kemerosotan dalam sumber daya mansuia di dalam suatu negara. 

Dalam proses pendidikan langsung di keluarga misalnya. Bermula dari tujuan bekeluarga untuk menjaga diri, menyempurnakan ibadah, dan mengikuti sunnah nabi menyempurnakan ajaran agama, maka seterusnya akan berpikir untuk meneruskan garis keturunan dengan memiliki anak, dan berubah status menjadi orang tua. Membesarkan anaknya tidak lain adalah untuk menciptakan generasi terdidik. Upayanya Bergam macam.

 

Dalam usia perkembangan, pedidikan fisik mulai dilatih. Dari mulai berbalik badan,  mengangkat leher dan kepala, bertahan lama dalam tengkurap (berbalik badan), kemudian mengesot, setelahnya merangkat, merambat, dan selanjutnya berdiri, berlari, dan disisipi itu, ada juga yang telah mahir berbicara, ada juga yang masih terbata-bata, semua itu adalah bagian dalam pendidikan fisik, namun yang lebih besar dari itu adalah pendidikan ruhani, yang akan ditampilkan seiring perkembangan otaknya yang semakin berkembang, dan dirinya yang telah mulai bisa memahami terhadap semua yang diajarkan, biasanya hal mula-mula yang ditanamkan adalah  adab, sopan santun, cara berbahasa, cara bersikap, cara berdo’a, menghafalkan do’a-do’a ringan, dan lain sebagainya. itu semua adalah pendidikan dini dalam dunia masyarakat terkecil. Yaitu pendidikan, jasmani, ruhani, aqli dan qalbi dengan upaya menciptakan gerasi unggul sedari ini, sedini mungkin.

 

Kemudian memasuki dunia pendidikan sekolah dasar, selanjutnya memasuki pola pendidikan madrasah tsanawiyah, madrasah Aliah, yang dalam proses yang lebih spesifik dalam bidang agama adalah pendidikan KMI Pesantren, sedang pesantren itu berdasarkan sistemnya sendiri secara garis besar pembagiannya ada 2 macam, pesantren bersistem salafiah dan bersistem  Modern. Telepas dari dua sistem yang berbeda dalam pelaksanaannya, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu keduanya berokuskan pada hal yang paling prioritas, yaitu mencetak generasi bangsa yang islami, tarbawi dan adabi. Untuk menghidupkan minimal 3 hal tersebut, diperlukan pola  pendidikan matang itu sendiri, diantaranya: Dibutuhkan banyak instrument di dalamnya; guru, murid, sarana-prasarana, dan seterusnya.  Sedang dari proses penanaman karakternya berjalan selama 24 jam sedemikian rupa. Di dalamnya banyak nilai yang perlu guru tanamkan pada muridnya, sehingga terciptalah anak dididik yang siap dididik, organisasi-oraganisasi yang siap terjun dalam pola pendidikan secara menyeluruh, dalam jiwa murid/santri yang siap hidup dan menghidupkan kebaikan dan kebermanfaat dalam masyarakatnya.

 

Mantra keyakinan bahwa apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasakan di pesantren keseluruhannya adalah bagian terpadu dalam pendidikan. Menjadi mantra ampuh pencegah dari pada ketakutan, keraguan sehingga yang tercipta adalah keterpaduan dan keajaiban, untuk menciptakan pola pendidikan luar biasa untuk masa depan.

 

Baru sampai sini dulu catatan kita, semoga nanti bisa melanjutkan pola pendidikan di dunia kampus. Dunia baru yang memberikan banyak dinamika ideologi, pola pengkajian lintas pemikiran, dengan beragam kekayaan literasi yang tak terhingga. Begitu luasnya lautan, lebih luas lagi ilmu yang dibicarakan oleh para mahasiswa pencinta ilmu dan pendidikan, untuk itu. Di lain sesi nampaknya perlu kita bahas tentang luar biasanya dunia pendidikan ini di ranah mahasiswa. 

 

Terima kasih kakak, sudah membaca sejauh ini,

Semoga harinya cerah, dan sehat selalu ya.

0 komentar :

Posting Komentar